BGN Ultimatum Dapur MBG: Ngeyel Masak Pakai Minyakita-Gas Melon, Kita Tutup!

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono di Kantor BGN
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengultimatum seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menggunakan barang subsidi seperti minyak, gas elpiji hingga beras untuk memasak Makan Bergizi Gratis (MBG).

img_title Istana Hormati Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan: Kami Pelajari Dulu, Mohon Waktu

Sudaryono menegaskan tak akan segan menutup SPPG jika tetap ngotot menggunakan barang subsidi untuk proses masak MBG.

"Nanti kita akan beri teguran, akan kita beri peringatan, kalau memang ngeyel benar ya kita tutup dapurnya ya," kata Sudaryono kepada wartawan, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.

img_title MK: MBG Pakai Anggaran Pendidikan sebagai Cara Pemerintah Penuhi Mandat 20 Persen Dana Pendidikan

Sudaryono menjelaskan, dapur MBG tidak boleh menggunakan barang subsidi seperti Minyakita, elpiji tiga kilogram atau gas melon hingga beras SPHP untuk memasak MBG.

"Tidak boleh ya, tidak boleh masak untuk MBG pakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kilo, tidak boleh memakai beras kita SPHP," ungkap Sudaryono.

img_title MK Nilai MBG Penting untuk Penuhi Hak Gizi Rakyat, tapi Harus Punya Anggaran Sendiri

Dia pun meminta masyarakat untuk melaporkan langsung jika melihat dapur MBG memasak menggunakan barang subdisi.

"Kalau ada misalnya kawan media menemukan, disebarkan di sosial media, silakan dilaporkan," jelas dia.

Selain memakai barang subsidi, Sudaryono mengatakan SPPG juga wajib membeli bahan pangan sesuai dengan HAP (Harga Acuan Penjualan).

Dia mencontohkan harga telur ayam yang pernah anjlok di pasaran Rp12.000 sedangkan HAP telur Rp25.000. Sudaryono meminta agar SPPG membelinya dengan harga sesuai HAP.

"Harga telur yang harusnya HAP-nya Rp25.000, di kandang itu kemudian jatuh sampai Rp18.000 Rp19.000, pernah jatuh kemarin, maka juga kemudian si kepala dapur harus membeli, membeli telur bukan kemudian Rp12.000 Rp15.000, harus membeli telur di harga acuan pemerintah," kata dia.

"Untuk supaya apa? Memastikan stabilisasi harga peternak tidak dirugikan. Saya ulangi, nanti kalau anda ketemu harga telur lagi murah sekali kok dia beli telur sesuai dengan harga acuan pemerintah, itu adalah memang tujuan dari MBG ini sebagai stabilisator pasokan dan stabilisator harga level paling bawah, yang namanya floor price, supaya memastikan peternak/petani itu kemudian tidak dirugikan," pungkas Sudaryono.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Viral Bahlil Jadi 'Avatar Nusantara', Pengamat: Komunikasi Kreatif Efektif Dekati Generasi Muda

Viral video di media sosial menampilkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai sosok pahlawan super bertajuk 'Avatar Nusantara: Bahlil Sang Penguasa Energi Nusantara'

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut