Terungkap! Kronologi Tewasnya Dokter Magang di Apartemen Kalibata City

Dokter Magang, dr Siti Zahra Maghfira tewas di apartemen
Sumber :
  • Kolase VoxPop/ Istimewa

VoxPop – Peristiwa meninggalnya seorang dokter magang di sebuah apartemen kawasan Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, menyita perhatian publik. Korban yang diketahui bernama dr. Siti Zahra Maghfira diduga meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 18 Tower Sakura pada Minggu 26 Juli 2026. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

img_title Kematian Dokter Magang Siti Zahra Maghfira Ditegaskan Bukan Dipicu Jam Kerja, Ini Penjelasan Menkes

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr. Siti Zahra Maghfira merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2019. Saat kejadian, ia sedang menjalani Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) di RS Sentra Medika Cisalak. Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban telah diberangkatkan dari Jakarta menuju Makassar untuk dimakamkan.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengungkapkan, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban berada di unit apartemen bersama ibunya. Menurut keterangan polisi, sang ibu sempat mengajak korban keluar menuju pusat perbelanjaan yang berada di kawasan apartemen. Namun ajakan tersebut tidak disambut oleh korban.

img_title Polisi Periksa Sekuriti Apartemen Kalibata City Buat Usut Tewasnya Dokter Magang yang Jatuh dari Lantai 18

“Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” ujar Mansur, dikutip Selasa 28 Juli 2026.

Setelah sang ibu meninggalkan apartemen, korban diketahui mengunci pintu unit dari bagian dalam. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban kemudian melompat melalui jendela apartemen.

img_title Tragedi Tewasnya Dokter Magang dr Siti Zahra Maghfira Jadi Sorotan, Apa Perbedaan Co-ass dan Internship?

"Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya,” ujarnya.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga menemukan indikasi bahwa tubuh korban sempat tersangkut di bagian balkon sebelum akhirnya jatuh hingga ke bawah. Penemuan tersebut menjadi salah satu bagian yang turut didalami penyidik dalam merekonstruksi kronologi kejadian.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang petugas keamanan apartemen. Sekitar pukul 14.13 WIB, ia mendengar suara benturan keras yang diduga berasal dari benda yang jatuh dari ketinggian. Saat dilakukan pengecekan ke lokasi sumber suara, petugas menemukan tubuh korban sudah tergeletak di area bawah bangunan.

"Dari sekuriti itu dengar ada semacam benda jatuh. Suaranya, ketahuan kan dari ketinggian 18 mungkin ininya (bunyinya) keras sekali kan. Ditengoklah ke samping ternyata betul ada salah seorang yang geletak (korban jatuh),” kata Mansur.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut