TNI Berhasil Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang Sedalam 50 Mete di Yahukimor
- Dokumentasi TPNPB
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Dekai sebelum diserahkan kepada keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat dan keyakinan keluarga.
“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur Pemda, masyarakat, Apkam yang terlibat serta mencerminkan komitmen Koops TNI Habema dalam menjalankan setiap tugas secara profesional, terukur, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Wirya.
Dia menegaskan, tugas TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan bantuan kemanusiaan ketika menghadapi situasi darurat.
“Dalam kondisi apapun, keselamatan masyarakat dan penghormatan terhadap setiap korban tetap menjadi prioritas,” tutur dia.
Untuk diketahui, tiga warga sipil dilaporkan tewas dalam aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.
Koops TNI Habema menyebut kelompok TPNPB-OPM telah mengakui bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tiga korban terdiri atas sepasang suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Una Ukam.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan,” kata Wirya dalam keterangan sebelumnya, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menegaskan, aparat akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum secara profesional untuk menjaga keamanan masyarakat di Papua.
“Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.
