Sejumlah Oknum Nakes Minta Maaf Usai Komentar Nirempati kepada Pasien
- Ilustrasi AI Gemini
Benny yang diketahui publik merupakan lulusan kedokteran dari Universitas Indonesia dan saat ini tengah mejalani pengabdian di salah satu rumah sakit daerah di NTT juga menyampaikan permintaan maafnya.
"Saya Benny Christian Sihombing saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya atas ketikan saya di media social Threads," kata dia.
Dia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan.
"Saya juga ingin menyampaikan turut berduka cita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal. Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan," kata dia.
Dia menegaskan akan bertanggung jawab penuh atas unggahannya, termasuk jika harus menghadapi proses hukum. Christian juga menyatakan siap menerima sanksi dari rumah sakit, organisasi profesi, maupun instansi terkait.
"Saya bertanggung jawab penuh atas tulisan yang saya buat dan jikapun nanti ada proses hukum saya akan mengikutinya tanpa pembelaan atau menyewa pengacara, itu tidak akan. Saya juga menerima semua konsekuensi dari rumah sakit, dari IDI atau MKMK atau pengadilan atau instansi lainnya," sambung dia.
Lebih lanjut, Christian membantah memiliki akun media sosial lain. Dia mengatakan hanya memiliki satu akun Threads dan Instagram, serta tidak menghapus komentar yang masuk karena menyadari kesalahannya.
"Saya hanya punya satu akun threads dan Instagram tidak ada second account dan Instagram saya private dan komentar tidak ada yang saya hapus dan saya membaca semua komentar karena memang saya melakukan kesalahan dan saya layak akan hal tersebut," kata dia.
Dia menegaskan tidak akan memberikan klarifikasi atas polemik tersebut dan kembali menyampaikan permintaan maaf, termasuk kepada rekan-rekan dokter yang aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial.
"Tidak ada klarifikasi, saya memohon maaf karena membuat keributan ini dan saya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada teman sejawat semua dokter-dokter yang memberikan edukasi di media sosial karena sudah merusak usaha tersebut. Saya berharap ke depannya saya akan lebih bijak lagi dalam bermedia sosial," kata dia.
