Siapa Elda Putri Rahardini? Peserta PPDS Komentar Nirempati Terhadap Yurizal Tri Chaerawan Dinonaktifkan Rumah Sakit
- Kolase VoxPop/ Instagram @erudarahaadini
VoxPop – Seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Dr Sardjito, Elda Putri Rahardini mendapatkan sanksi dinonaktifkan setelah menuliskan komentar nirempati kepada Yurizal Tri Cherawan.
Sebelumnya, seseorang bernama Yurizal Tri Chaerawan menjadi perhatian publik setelah dirinya sempat menuliskan pengalamannya menunggu 8 jam untuk menjalani perawatan dan tak kunjung mendapatkan ruangan.
Sebuah utas di akun media sosial Threads @yurizaltrich pada (22/7/2026) ramai diserbu netizen.
Pasalnya, utas curhatan tersebut justru mendapatkan komentar sinis dan nirempati dari para dokter dan tenaga kesehatan.
“8 jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal pada akun Threads miliknya.
Salah satu dokter yang sedang menjalani PPDS, Elda Putri Rahardini turut memberikan komentar yang nirempati terhadap Yurizal hingga menjadi sorotan publik.
“PPnya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? Haven’t some brain cells,” tulis Elda melalui akun @erudarahaadini.
Kini peserta PPDS tersebut telah dinonaktifkan oleh RSUP Dr Sardjito, tempatnya menjalani praktek dokter buntut dari ucapannya tersebut.
Lantas, siapakah Elda Putri Rahardini? Berikut profil singkat dari peserta PPDS tersebut.
Profil dr Elda Putri Rahardini
Komentar Elda Putri Rahardini kepada Yurizal Tri Chaerawan
- Threads @yurizaltrich
Terlepas dari polemik yang berkembang di media sosial, dr Elda mempunyai rekam jejak akademik yang cukup mentereng.
Berdasarkan informasi yang beredar, dr Elda Putri Rahardini merupakan seorang dokter yang menerima pendidikan beasiswa LPDP.
Dokter Elda merupakan alumni Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gajah Mada (UGM) yang mendapat predikat cumlaude atas pendidikan Doctor of Medicine (M.D).
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan doktoral (Ph.D.) di Kobe University, Jepang dengan mengambil studi Cardiovascular Science atau ilmu Kardiovaskular.
Pada program tersebut ia mendapatkan beasiswa sehingga tercatat sebagai awardee LPDP dan menerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) yang diberikan oleh pemerintah Jepang.
Selain itu, ia juga mendapatkan berbagai penghargaan, seperti Best Systematic Review pada ajang The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) 2025.
Klarifikasi Elda Putri Rahardini
Usai menuai sorotan netizen akibat komentar yang dinilai nirempati, Elda Putri akhirnya meminta maaf kepada pihak keluarga almarhum Yurizal.
“Saya Elda Putri Rahardini. Dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, dan penyesalan yang mendalam ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar almarhum Yurizal, teman-teman, kerabat, serta seluruh masyarakat luas.
Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati. Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi almarhum saat mencari penanganan medis,” tulis Elda Putri Rahardini pada akun media sosialnya, @erudarahaardini.
Selain itu, ia pun menyadari bahwa seorang dokter semestinya selalu menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan empati terhadap siapapun, termasuk pasien.
“Sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan, saya seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empat yang tinggi kepada siapapun. Saya sangat menyesali bahwa tindakan saya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya saya junjung tinggi, baik sebagai seorang individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP,” jelasnya.
Di samping itu, ia turut menyampaikan duka cita atas berpulangnya Almarhum Yurizal dan berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih bijak dalam menjaga tutur kata di masa mendatang.
(kmr)
