Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu Perbaiki Program MBG

Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha (kanan)
Sumber :
  • dok. istimewa

Jakarta, VoxPop – Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha menyebut kehadiran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang baru menjawab keresahan dan keinginan masyarakat soal perbaikan pelaksanaan program MBG

img_title Eks Waka BGN Kembali Ajukan Praperadilan di Kasus Korupsi MBG, Kali Ini ke PN Jakpus

Rahman pun meyakini agenda perbaikan yang dilakukan Kepala BGN Sudaryono akan semakin berdampak positif pada peningkatan gizi dan kondisi sosio-ekonomi masyarakat.  

“Kedepan program ini tidak hanya bergizi tapi juga enak dan bervariatif. Program MBG mempunyai banyak manfaat diantaranya menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 Juta orang dan mempercepat proses rantai pasok makanan yang akan mempercepat perputaran ekonomi dan bakal berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Rahma, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.  

img_title Kemendiktisaintek Ungkap Penulis Utama Paper Nobel MBG Catut Nama Prabowo: Bukan Guru Besar dan Dosen

Rahman pun menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 40/PUU-XXIV/2026 yang memutuskan pemisahan anggaran program MBG dengan anggaran pendidikan di dalam APBN. Menurut Rahman, putusan MK tersebut justru semakin memperkuat aspek konstitusionalitas MBG. 

“Dengan adanya Keputusan MK pada 30 Juli 2026 lalu, itu menunjukkan program MBG tidak bertentangan dengan konstitusi. Namun yang perlu dievaluasi tentu terkait dengan penggunaan anggaran untuk program MBG,” jelas dia.

img_title BGN Ungkap Menu Tempe Bacem Dimasak Terlalu Cepat jadi Penyebab Keracunan MBG di Papua

Sementara itu, Kepala Desk Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli menjelaskan hasil survei lembaganya mencatat mayoritas publik setuju dengan adanya program MBG. Sebanyak 71,5 persen publik menyetujui program MBG dan sekitar 67,6 persen masyarakat percaya program MBG berdampak secara langsung terhadap keluarga. 

“Survei Adidaya Institute menunjukkan sebanyak 67,6 persn masyarakat menyatakan pogram MBG berdampak secara langsung terhadap keluarga. Adapun masalah utama dari program MBG ini terkait dengan tata kelola (24,9 persen), anggaran (23,9 persen) dan korupsi (18,1 persen),” ujar Fadhli.   

Guru Besar Ilmu Gizi Masyarakat IPB, Prof. Ikeu Tanziha menyatakan Program (MBG) merupakan pelaksanaan tanggung jawab negara dalam memenuhi hak anak atas kehidupan, tumbuh kembang, pengasuhan, dan akses terhadap makanan bergizi. 

Hal tersebut, ungkapnya, sesuai dengan amanat Konvensi Hak Anak. Karena itu, menurutnya, program MBG ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. 

“Perbaikan status gizi akan meningkatkan kapasitas kognitif dan kesehatan individu, yang pada akhirnya mendorong produktivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Setiap investasi pada intervensi gizi diperkirakan mampu memberikan pengembalian manfaat hingga 16 kali lipat,” ucapnya.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut