Dedi Mulyadi Respon Video Viral Pasien Wanita Ditolak Ditangani: Semua Warga Berhak Dapat Layanan Kesehatan
- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
VoxPop –Viral di media sosial video yang menunjukkan seorang pasien wanita pengidap asma diduga tidak langsung mendapat pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Otto Iskandar Dinata, Soreang Bandung Jawa Barat. Dalam video tersebut terlihat ibu lanjut usia nampak dibopong sambil menangis.
Berdasarkan keterangan video tersebut, ibu yang mengunakan hijab berwarna hitam ditolak rumah sakit tersebut tanpa adanya pemeriksaan dengan alasan ruangan penuh.
"Diduga kurangnya pelayanan RS Otto Iskandar Soreang, seorang ibu yang alami asma ditolak tanpa diperiksa sedikitpun dengan alasan penuh," demikian caption dari video tersebut yang diunggah ulang di akun Instagram Dedi Mulyadi.
Menyusul dengan viralnya video tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara. Dijelaskan Dedi peristiwa tersebut terjadi pada Mei 2026. Setelah insiden itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat kata KDM sapannya sudah memberikan teguran langsung kepada managemen RSUD tersebut.
"Peristiwa itu terjadi pada Mei Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sudah turun langsung kemudian memberikan teguran kepada rumah sakit," kata dia dikutip dari akun Instagram KDM, Jumat 7 Agustus 2026.
Lebih lanjut dijelaskan KDM, direktur RS Otto Iskandar di Kabupaten Bandung sudah berkunjung ke pasien wanita berusia lanjut itu dan sudah ditangani dengan baik.
Di sisi lain, KDM mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, setiap warga negara berhak mendapatkan layanan kesehatan di mana pun dan dalam kondisi apa pun.
"Selanjutnya peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi lagi karena setiap warga berhak mendapat layanan kesehatan dimanapun dan dalam keadaan apapun. Baik rumah sakit negeri, pemerintah maupun rumah sakit swasta," kata dia.
KDM juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab memberikan perlindungan layanan kesehatan bagi warga yang belum memiliki akses BPJS maupun yang terkendala kemampuan ekonomi.
"Untuk itu saya ucapkan terima kasih dan semoga menjadi pembelajaran penting mari kita layani masyarakat dengan baik," kata dia.
