Deretan Kasus Pembunuhan Disertai Mutilasi yang Menggemparkan Indonesia, Terbaru Libatkan Tukang Piscok
- Dok. Polda Metro Jaya
Atas vonis itu, Babe mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung. Hasilnya, ia tetap divonis mati oleh MA pada 21 April 2011. Lalu Babe mengajukan peninjauan kembali. MA tetap menolak dan menghukum mati Babe. Kini Babe masih mendekam di LP Cipinang menunggu waktu eksekusi mati tersebut.
Baekuni alias Babe
- Sandy Alam Mahaputra/VoxPopnews
4. Kasus Mutilasi di Apartemen di Jakarta Selatan 2020
Kasus mutilasi juga pernah menggegerkan di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan September 2020 lalu. Diketahui pelaku dari insiden pembunuhan dan mutilasi ini adalah pasangan kekasih Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin.
Korban diketahui merupakan manager HRD disebuah perusahaan asal Jepang, yakni Rinaldi Herlye Wismamu. Korban diketahui dibunuh. Jasadnya kemudian dipotong-potong menjadi 11 bagian.
Potongan tubuh korban kemudian dimasukkan ke dalam koper dan ditemukan di lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City Pancoran Jakarta Selatan
5. Kasus Pembunuhan dan Mutilasi yang Seret Tukang Piscok
Terbaru Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di kawasan Pancoran Mas Depok baru-baru ini menggegerkan publik. Kasus ini bermula saat penemuan karung mencurigakan di kawasan Tanah Merah Pancoran Mas 24 Juli 2026. Awalnya warga mengira karung tersebut berisikan sampah.
Pada tanggal 4 Agustus 2026 warga yang hendak membakar atau memeriksa karung tersebut terkejut mendapati adanya potingan jasad manusia di dalamnya.
Berdasarkan keterangan pihak berwajib, pelaku yang bernama Saepullah dan korbannya Kunaefi berkenalan melalui media sosial. Keduanya kemudian sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.
Namun, pertemuan tersebut berubah menjadi tragedi. Polisi mengungkap keduanya terlibat cekcok hingga pelaku diduga menusuk bagian perut korban dan menggorok lehernya menggunakan pisau.
"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.
Untuk menghilangkan jejak, pelaku kemudian memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha sebelum membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan memasukkannya ke dalam karung.
Disebutkan Budi, korban kemudian dibuang dibuang di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara potongan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di kawasan Pitara, Pancoran Mas. Tak berhenti di situ, pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban dan menjualnya di wilayah Panimbang, Banten.
