Telkom Tuntaskan Spin-Off InfraCo Tahap II, InfraNexia Kelola Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia)
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merampungkan proses Spin-Off InfraCo Tahap II sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan.

img_title Pacu Daya Saing Bisnis, PTPN III Perkuat Transformasi Bisnis Karet Agar Berorientasi Keberlanjutan

Langkah ini memperkuat posisi PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai entitas yang fokus mengelola bisnis infrastruktur digital dan layanan wholesale connectivity di Indonesia.

Dengan rampungnya tahap kedua tersebut, InfraNexia akan mengelola lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom. Nilai transaksi pada Spin-Off InfraCo Tahap II mencapai Rp49,9 triliun, sehingga total nilai pengalihan aset dan bisnis dari dua tahap spin-off mencapai sekitar Rp85,7 triliun.

img_title Telkom Akses Perkuat Transformasi Operasional Demi Mewujudkan Akses Merata ke Seluruh Negeri

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, Spin-Off InfraCo Tahap II menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat transformasi TelkomGroup sekaligus mendukung pengelolaan aset infrastruktur digital yang lebih fokus dan adaptif terhadap perkembangan industri.

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," ujar Dian, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.

img_title Punya Modal Rp1 Juta? Ini 12 Ide Bisnis yang Bisa Jadi Sumber Cuan Setiap Hari

Ia menjelaskan, transformasi tersebut juga sejalan dengan upaya TelkomGroup menjalankan strategi TLKM 30, khususnya melalui optimalisasi dan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi seperti jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, dan pusat data (data center).

Pasca pengalihan aset, InfraNexia akan mengelola sekitar 112 ribu kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26 ribu kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung layanan konektivitas digital nasional yang melayani berbagai kebutuhan pelanggan.

Menurut Dian, transformasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan melalui pengelolaan infrastruktur yang lebih terintegrasi.

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebut pembentukan InfraNexia menjadi bagian dari penataan portofolio bisnis TelkomGroup agar lebih kompetitif di sektor infrastruktur digital.

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat. Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi TelkomGroup dalam mendukung pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan berdaya saing global," kata Seno.

Di sisi lain, Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan penyelesaian spin-off menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk memperkuat layanan infrastruktur digital di masa depan.

“Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal. Dengan integrasi aset yang semakin matang, kami akan memperkuat layanan utama kami—mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing. Lebih jauh, kami sudah melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network guna menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif. Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia. Semua ini kami jalankan dengan fokus utama kepada pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan,” ujar Lukman.

Telkom menegaskan proses spin-off dilakukan secara bertahap dan tanpa mengganggu layanan kepada pelanggan. Seluruh proses juga disebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta sesuai ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku. (LAN)

UMKM Binaan Pertamina.

Kisah Anarita Bangun Bisnis Narita Shibori hingga Jadi UMKM Fesyen Inklusif

Anarita, pendiri Narita Shibori, UMKM fesyen asal Bandung yang mengembangkan teknik pewarnaan kain shibori menjadi berbagai produk yang menjadi semakin bernilai tambah.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut