Bank Tata Asia Gelar MCU Berbasis AI, Dorong Karyawan Deteksi Penyakit Sejak Dini
- www.istockphoto.com
Salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan di aplikasi Mobile JKN. Peserta dapat menjawab pertanyaan mengenai pola hidup dan riwayat kesehatan keluarga.
Jika hasil skrining menunjukkan risiko tinggi terhadap penyakit tertentu, peserta dapat diarahkan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperoleh penanganan atau pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan.
BPJS Kesehatan juga menyediakan skrining khusus di FKTP, seperti pemeriksaan kanker leher rahim melalui IVA atau Pap Smear bagi perempuan yang sudah menikah, serta pemeriksaan gula darah dan tekanan darah bagi peserta yang memiliki risiko atau terdaftar dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Sementara itu, pemeriksaan penunjang seperti tes darah, urine, rontgen, dan EKG dapat ditanggung BPJS apabila terdapat indikasi medis, dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter, atau berkaitan dengan pengelolaan penyakit kronis sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengapa MCU Penting Dilakukan?
Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu seseorang mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul gangguan kesehatan yang lebih serius. MCU juga memungkinkan faktor risiko penyakit diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan.
Bagi perusahaan, MCU karyawan dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang memperhatikan kesehatan sumber daya manusia.
Melalui program MCU berbasis AI tersebut, Bank Tata Asia berharap kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat tumbuh di lingkungan kerja. Karyawan juga diharapkan semakin peduli terhadap kondisi tubuh dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.
Investasi pada kesehatan sumber daya manusia pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas, kualitas pelayanan, dan daya saing perusahaan dalam jangka panjang
