Jenderal Tito Karnavian dan Dua Perintah Presiden Jokowi
- REUTERS/Darren Whiteside
Formal itu seperti apa?
Formal itu maksudnya ya kita melakukan kegaiatan-kegiatan seperti MoU, rapat rutin, seminar dan sebagainya. Juga membangun komunikasi informal, kenal personal ya. Tanpa mengorbankan profesionalisme.
Kemudian yang kedua tadi yang berikutnya soliditas internal bukan hanya di tingkat elite. Saya juga akan mendorong semua pimpinan di kewilayahan, kapolda, kapolres, sampai dengan kapolsek, kapospol, mampu untuk membangun hubungan internal dengan anggota masing-masing. Ada dua arah, jadi tidak hanya top down tapi juga bottom up, ada hubungan yang baik bukan hanya sebagai pimpinan komandan dan bawahan, tapi juga hubungan yang lebih personal dengan bawahan-bawahan. Ini yang saya harapkan, jadi harus rajin blusukan ke bawah. Ini akan saya dorong semua.
Termasuk membangun hubungan dengan jajaran satuan samping, teman-teman TNI misalnya. Saya yang perintahkan kepada seluruh komandan satuan di jajaran Polri, untuk proaktif membangun hubungan, sekali lagi formal dan informal, tidak cukup hanya apel bersama. Apel bersama itu formal, rapat kalau ada kejadian itu formal. Tapi hubungan informal, olahraga, seni mungkin, pertemuan-pertemuan lain itu yang harus diperbanyak sehingga bisa mencairkan hubungan.
Kedua, tadi beliau (Presiden) menyampaikan perlunya melakukan reformasi Kepolisian. Reformasi ini terutama yang berhubungan masalah, satu kultur, perilaku anggota yang lebih humanis, perilaku yang non koruptif itu ditekan semaksimal mungkin, memang membutuhkan waktu karena berhubungan dengan masalah kesejahteraan lain-lain, kemudian arogansi kekuasan. Ada sejumlah program yang kita luncurkan nantinya. Dari 10 program pada saat visi misi saya, fit and proper test, Pak Wakapolri (Komjen Budi Gunawan) sudah menyiapkan langkah-langkah taktisnya.
Langkah yang diambil segera?
Kemudian nanti hari Jumat, saya akan kumpulkan semua, saya dengan Bapak Wakapolri nanti akan memberikan arahan teknis apa yang akan dilakukan.
Kemudian kedua, melakukan juga peningkatan kinerja. Kinerja pelayan publik yang paling utama. Agar layanan publik menjadi lebih baik. IT akan kami manfaatkan, disamping itu perbaikan sistem dimulai dari hulu, rekrutmennya mencari orang-orang yang baik, orang-orang yang tepat untuk menjadi polisi, karena rekrutmen seleksi awal itu 70 persen menentukan kinerja. Kalau memilih orang yang tidak tepat, orang yang salah, bukan mereka nanti akan menjadi pelindung pengayom tapi akan menjadi pengganggu masyarakat.
