Memanen Air dari Kincir 'Habibie' di Banjarnegara
- VoxPop.co.id/Dwi Royanto
VoxPop.co.id – Raut muka ceria tampak di wajah kerumunan anak-anak siang itu. Mereka begitu antusias bermain air yang mengucur deras di pancuran di desa mereka. Maklum, melimpahnya air merupakan momentum langka bagi warga setempat.
Mereka adalah warga yang tinggal di Desa Pandansari, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Berada di lokasi dengan geografis pegunungan dengan air melimpah, tak lantas membuat warga tercukupi kebutuhan air bersih. Hal itu disebabkan lokasi kampung yang lebih tinggi dari sumber air.
Selama puluhan tahun, warga harus susah payah mengambil air untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saban hari mereka harus rela memikul air untuk dibawa ke rumah masing-masing. Adapula warga yang rela membayar ongkos tukang pikul air dengan biaya tak murah.
"Berbagai cara sudah kita lakukan agar air dari mata air bisa naik ke rumah-rumah warga. Tapi selalu gagal, karena memang sumber air berada jauh di bawah desa," kata Kades Pandansari, Hafidz Albadar kepada VoxPop co.id, Selasa, 20 Desember 2016.
Sosok Irhamto (36) rupanya mampu membuat senyum warga kembali semringah. Berkat tangan dinginnya, Irhamto mampu memecah kebuntuan warga yang selama puluhan tahun kesulitan mengambil air bersih.
Warga Karang Tengah Banjarnegara itu mampu mengkreasikan sebuah kincir air sederhana pemompa air. Namanya Pompa Air Tenaga Kincir Air Batu Bana. Pompa dari kincir air ini memiliki cara kerja yang mampu mengangkat air dari daerah rendah ke daerah lebih tinggi.
Jika biasanya kincir air digunakan untuk menghasilkan listrik, tapi Irhamto mampu mengkreasikan cara kerja pemanfaatan energi gerak kincir air untuk menggerakkan pompa piston. "Saya buat alat ini secara otodidak. Saya awalnya mikir bagaimana air bisa dinaikkan ke rumah warga yang lebih tinggi. Lalu saya otak-atik kincir air," ujar Irhamto.
Ide sederhana kincir air penyedot air itu, kata Irhamto, terinspirasi dari kincir air buatan kakeknya di Kabupaten Pekalongan puluhan tahun silam. Namun, karya sang kakek hanya sebatas kincir air untuk menghasilkan tenaga listrik.
Di tangan Irhamto, ide itu berkembang dengan ajaib. Kincir air sederhana yang digerakkan aliran air itu mampu mengangkat air dengan ketinggian 150 meter. Sehingga dengan mudah air dari bawah itu bisa dialirkan ke bak penampungan, lalu mengalir ke rumah-rumah warga.
