Rocky Gerung Sebut MK Sebatas Badan, Otaknya Dikendalikan dari Istana

VoxPop – Akademisi yang juga Pengamat Politik, Rocky Gerung, mengatakan logika berpikir Mahkamah Konstitusi mengalami kekacauan dalam memutuskan hal yang menentukan jalannya Demokrasi di Indonesia. 

img_title Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

Selama ini, kata Rocky, masyarakat kerap bertengkar mana yang menjadi problem, apakah kekacauan sistem parlementerian yang diimplan ke dalam sistem presidensial atau sebaliknya. Namun, menurut Rocky permasalahan tidak ada di sistem tersebut, melainkan ada di cara berpikir Mahkamah Konstitusi. 

"Bagi saya problemnya tidak di dalam sistem presidensial atau parlementerian yang sudah jelas diuji dalam sejarah bernegara, yang kacau itu adalah sistem MK sendiri yang kacau," kata Rocky dalam Seminar Daring, bertema 'Ambang Batas Pilpres dan Ancaman Demokrasi' yang digelar Jumat sore, 5 Juni 2020.

img_title Lagi BAB di Toilet Mal Kawasan Senayan, Pria Ini Keluar-keluar Langsung Syok

Rocky menambahkan, dalam putusan yang dibuat, MK seringkali diintervensi oleh Istana dan juga Parlemen. Ini yang membuat fungsi MK dalam berdemokrasi tidak berjalan baik.

"Jadi saya bayangkan misalnya MK itu kantornya di Medan Merdeka Barat, cuma ada badannya aja, badan doang itu. Otaknya diatur secara remote 500 meter dari Merdeka Barat yaitu di Merdeka Utara, itu di istana, sedangkan kakinya di rantai di Senayan di DPR," ujar Rocky.

img_title Rocky Gerung di Sidang Nadiem Makarim: Saya Kira Jaksa Pintar, tapi Dia Kelelahan untuk Hubungkan Fakta

MK juga dinilai tidak gagal membantu kelancaran proses politik demokrasi. "Jadi ini problemnya ada di Mahkamah Konstitusi, tugas dari mahkamah konstitusi adalah membantu pencernaan politik demokrasi, membantu pencernaan, dia menjadi enzim supaya demokrasi yang bekerja. Tetapi dia sendiri mengalami konstipasi yaitu pencernaan terganggu tidak bisa mencerna enzimnya kurang. Maka bisa disebut mahkamah konstipasi," ujarnya.

MK, menurut Rocky tidak bisa membuat keputusan yang independent selama masih diintervensi sejumlah pihak "Sialnya MK dia mesti deal dengan orang yang mengangkat dia di Senayan, yang kakinya diikat di situ. Dan dia juga mesti deal dengan orang yang merestuinya di istana karena otaknya di sana, diremote, dikontrol dari sana," ujarnya.

Untuk itu, menurut Rocky, permasalahan seperti ini harus dapat diatasi agar MK bisa bersikap Independen. Jika MK sudah bisa lepas dari intervensi DPR dan Istana, Rocky yakin MK akan jalankan fungsinya dengan benar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut