Pengamat: Parpol Banyak Tapi Perilaku Sama, Ikut Maunya Istana

Pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan Parpol koalisi di Istana.
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut munculnya fenomena ‘Jokowi Centrality and One Party Rule’ dalam konstelasi politik Indonesia saat ini. Sosok Jokowi dinilai sebagai tokoh sentral dalam politik Tanah Air dan bisa menentukan arah politik ke depan.

img_title Kelakar Jokowi Saat Safari Politik di NTT: Kalau Butuh Bantuan Bisa ke Solo

Fenomena tersebut setidaknya menggambarkan partai politik di Indonesia yang jumlahnya banyak, 9 partai yang mengisi parlemen Senayan, tapi memiliki kesamaan perilaku dalam politik.

"Saya dalam presentasi menyebut fenomena Jokowi centrality and one party rule, apa itu? Partai kita banyak di Senayan, ada 9 lolos Parliamentary Threshold tapi perilakunya sama, apa itu? Partai Jokowi, mengikuti maunya Istana," kata Burhanuddin dalam perbincangan di tvOne, Rabu 12 Januari 2022.

img_title Jokowi ke Kader PSI: Percuma Punya Struktur Partai Tapi Cuma Formalitas

Menurut Burhanuddin, fenomena parpol 'nurut' Istana itu setidaknya tergambar dalam beberapa momentum politik di parlemen, salah satunya gagalnya revisi Undang-Undang Pemilu. 

"Kita tahu Golkar Nasdem pada dasarnya menginginkan revisi tetapi ketika mendapat instruksi diam-diam dari Istana berubah konstelasi," ujarnya

img_title Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

Pun, dengan pembahasan hingga pengesahan Omnibus Law yang banyak diprotes elemen masyarakat, bahkan sampai muncul gugatan di Mahkamah Konstitusi. Tapi parpol pendukung di parlemen bergeming, seia-sekata mengikuti keinginan Istana untuk meng-goalkan Omnibus Law.

"Yang paling kelihatan itu adalah revisi Undang-Undang KPK. Itu tidak ada beda perilaku partai koalisi dan oposisi. Jadi poin saya, meskipun partai banyak tapi dirijennya ya Pak Jokowi," papar Burhan

Atas dasar itu, Burhanuddin menganalisa bahwa Jokowi adalah pemimpin yang kuat dan berpeluang menjadi king maker di Pemilu 2024, karena menguasai dukungan mayoritas partai di parlemen dan dukungan rakyat.

"Jadi ini yang menjadi dasar saya mengatakan kalau Pak Jokowi masih kuat secara elite di tingkat parlemen dan massa dengan approval rating tinggi diatas 70 persen," ungkapnya

Roy Suryo memberikan keterangan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Kalinya, Minta Status Cekal Dibatalkan

Kasus yang menjerat Roy Suryo berkaitan dengan dugaan ijazah palsu mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam perkara tersebut, Roy ditetapkan sebagai tersangka, dik

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut