Iran Siaga 1, Anggota DPR Desak Pemerintah Percepat Evakuasi WNI: Maksimalkan Diplomasi
- (Foto AP/Leo Correa)
“Kita DPR punya GKSB (Grup Kerja Sama Bilateral) dengan parlemen negara-negara lain. Kita akan manfaatkan itu. Kami berharap evakuasi berjalan lancar dan seluruh WNI dapat kembali dengan selamat,” tutur Nico.
Kemudian, ia mengimbau agar seluruh WNI di Iran untuk selalu waspada dan terus menjaga keamanan. Ia minta WNI agar terus mengikuti instruksi dari KBRI demi kelancaran proses evakuasi.
“WNI harus tetap tenang, siapkan dan bawa dokumen-dokumen penting, ikuti instruksi dan tetap terhubung dengan KBRI agar selalu mendapat informasi dan proses evakuasi berjalan lancar,” tutur Nico.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menetapkan status KBRI di Teheran jadi siaga 1 menyusul eskalasi memanas konflik antara Iran dengan Israel.
Sugiono mengatakan terdapat sekitar 380 orang WNI yang berada di Iran, khususnya di wilayah Teheran. Ia juga sudah menginstruksikan KBRI Teheran untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kemungkinan pelaksanaan evakuasi WNI, sebagai bagian dari langkah kontingensi menghadapi situasi tidak menguntungkan.
Menurut dia, Kemlu juga sudah menjalin komunikasi dengan negara-negara tetangga Iran. Upaya itu untuk memohon pemberian kemudahan akses lintas batas apabila proses evakuasi WNI harus dilakukan dalam waktu dekat.
Seperti diketahui, Israel sejak 13 Juni 2025 lalu meluncurkan serangan ke Iran. Zionis menyasar fasilitas nuklir di sejumlah kota dan pusat-pusat komando tinggi militer Iran.
Iran tak tinggal diam dengan membalas serangan Israel. Militer Iran pun meluncurkan rudal balistik ke Israel.
Media Iran melaporkan hingga Rabu (18/6), jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Teheran dan wilayah-wilayah lain telah mencapai 585 orang. Sementara, sebanyak 1.326 orang lainnya mengalami cedera akibat serangan itu.
