Tambah Saham Properti dan Kesehatan, Kinerja Perusahaan Ini Bisa Naik
- VoxPop.co.id/Muhamad Solihin
Baca juga: Rizal Ramli dan JK Minta Jokowi Hentikan Proyek, Fokus Tangani Corona
John memastikan, LPKR telah berhasil mengeksekusi berbagai rencana bisnis seperti penyelesaian penawaran umum terbatas LPKR, pembiayaan kembali obligasi sejumlah US$325 juta dan penawaran obligasi tambahan sebesar US$95 juta. Kemudian penawaran tender obligasi, aksi buyback saham, juga memperbesar kepemilikan saham di Silomas Hospitals (SILO) dan Lippo Cikarang (LPCK).
Sehingga dia meyakini, langkah-langkah tersebut akan memperkuat kinerja LPKR di masa depan. Sekaligus menurunkan rasio utang terhadap ekuitas Perseroan ke tingkat industri yang rendah yaitu 21 persen.
“Perseroan telah membuat perencanaan dalam memperkuat posisi keuangannya sehingga memiliki fleksibilitas di pasar keuangan yang sangat fluktuatif. Fundamental perseroan saat ini kuat dimana sebagian besar dari pendapatan LPKR bersifat berulang atau recurring income yang didukung oleh Siloam Hospitals,” ucap John.
Sebagai informasi, pembelian saham SILO dan LPCK oleh LPKR dilakukan saat valuasi harga sahamnya sangat menarik. Hal ini disebabkan terjadinya koreksi pasar dalam beberapa minggu terakhir.
Oleh karenanya, perusahaan dapat membeli saham dengan diskon menarik untuk industri pada harga rata-rata EV / EBITDA selama 5 tahun terakhir. Harga rata-rata akuisisi SILO dan LPCK berada di bawah 10x EV / EBITDA, sementara rekan-rekannya secara historis diperdagangkan pada EV / EBITDA rata-rata lebih dari 20 kali.
Di LPCK, diskon ke NAV lebih dari 91 persen pada harga transaksi rata-rata, diskon signifikan untuk rata-rata sejawat. John menegaskan, LPKR tetap konsisten dalam rencana bisnis untuk fokus pada properti dan layanan kesehatan sebagai bisnis inti.
Ikuti berita terkini di VoxPop Network terkait Virus Corona
