Suharso Sebut Bansos Salah Sasaran, Airlangga: Erornya di Mana?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa mengungkapkan, 46 persen bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran

img_title 7 Kebiasaan Sepele di Kantor yang Bisa Membuat Data Penting Hilang

Merespons hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki data penerima yang tepat sasaran. Data ini diperoleh dari Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang sebagian sudah dipakai. 

"Tentu kalau bansos kan kita sudah punya data yang tepat sasaran. Regsosek itu sebagian sudah dipakai, termasuk di dalam bantuan-bantuan, termasuk bantuan pangan beras," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat, 21 Juni 2024.

img_title DPR: Penyaluran Bansos yang Tepat Sasaran Ditentukan oleh Kualitas Data Kependudukan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa

Photo :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Adapun terkait jumlah penerima bansos salah sasaran bisa dikurangi hingga 30 persen. Airlangga menyebut bahwa harus melihat secara detail penerima bansos. 

img_title Kebebasan Berpendapat Disebut Harus Diiringi Tanggung Jawab dan Argumentasi yang Kuat

"Kalau itu mesti dicek lagi, erornya di mana, harus ada detailnya," jelasnya.

Airlangga pun menekankan, penyaluran bansos jika dikatakan tidak salah sasaran. Maka akan segera diperbaiki data penerimanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

"Kata siapa salah sasaran? Kalau saya bilangnya tepat sasaran. Jadi Menko bilang tepat sasaran, kalau ada salah dikit ya dibenerin. Contoh, Menko waktu COVID kan ada yang langsung, karena datanya tidak ada, Kita selalu melihat angka yang ada, gimana yang belum dapat, nanti kita carikan jalan," terangnya.

Sebelumnya, Suharso mengatakan bahwa bansos masih tidak tepat sasaran, jumlahnya mencapai 46 persen. Hal ini disampaikannya dalam Peluncuran Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). 

"Data yang dievaluasi Bappenas akibat adanya exclusion dan inclusion error itu kira-kira sekitar 40-an persen itu melenceng, (tepatnya) 46 persen tidak tepat," kata dia.

Ilustrasi keamanan siber.

Cara Aman Menggunakan Aplikasi AI, Kebiasaan Sederhana yang Bisa Melindungi Data Pribadi Anda

Pelajari cara aman menggunakan aplikasi AI agar data pribadi tetap terlindungi. Simak kebiasaan sederhana yang membantu mencegah kebocoran informasi dan menjaga keamanan.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut