Ketua Banggar DPR Optimis Postur RAPBN 2025 Mampu Hadapi Tantangan Ekonomi
- DPR RI
“Kurs batas atas Banggar DPR pada posisi Rp15.900 sementara pemerintah Rp16.000. Namun, pemerintah sepakat batas atas kurs menjadi Rp15.900, agar ada upaya pengendalian rupiah yang lebih signifikan, sebagaimana disampaikan oleh pemerintah pada konferensi pers bersama Menko Perekonomian dan Menkeu,” jelas dia.
Adapun, kata Said, asumsi usulan Banggar DPR di atas diletakkan dalam sejumlah landasan di antaranya terhadap yield SBN, Banggar DPR mendorong agar batas atas yield tidak semakin tinggi.
Selanjutnya, Said menyebut target lifting minyak bumi bahwa posisi Banggar DPR mendorong target yang lebih tinggi. Pertimbangannya, investasi di sektor hulu terjadi peningkatan.
“Di lain pihak, peningkatan kapasitas produksi minyak bumi sebagai bantalan PNBP kita ke depan,” kata Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini.
Said memperkirakan pendapatan negara Rp2.986,3 triliun mengacu pada rincian kesepakatan pemerintah dan Banggar DPR sejauh ini. Kemudian belanja negara Rp3.542 triliun, defisit APBN sebesar Rp555,7 triliun dengan asumsi PDB 2025 sebesar Rp24.270 triliun.
Said menambahkan, belanja negara RAPBN 2025 juga akan memberikan dukungan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah sebesar Rp71 triliun. Makanya, ia meyakini postur RAPBN 2025 ini dapat menghadapi tantangan ke depan.
“Saya berkeyakinan dengan postur RAPBN 2025 seperti ini, meskipun dengan sejumlah target yang cukup menantang, namun postur RAPBN ini cukup baik untuk merespon tantangan ekonomi kita ke depan,” pungkasnya.(Ant)
