Bursa Asia Melemah Sebagian saat Wall Street Moncer dan India Jadi Sorotan Investor

Ilustrasi bursa saham asia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jakarta, VoxPop - Bursa Asia-Pasifik didominasi koreksi pada pembukaan perdagangan Rabu, 27 Agustus 2025. Penurunan dipicu sikap pelaku pasar menyoroti India sering pemberlakuan tarif impor serta penguatan pesar indesk acuan Wall Street.

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Wall Street Melonjak Tajam dan Bursa Asia Anjlok

Pasar India juga akan menjadi fokus seiring berlakunya tarif impor yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS). Saat ini, India menghadapi tarif tambahan 50 persen untuk ekspor ke AS usai pemerintahan Donald Trump meningkatkan ancaman sebagai respons terhadap impor energi Rusia yang substansial.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 melemah 0,17 persen. Indeks Topix merosot 0,3 persen. 

img_title Prabowo dan PM Thailand Komitmen Tingkatkan Perdagangan hingga USD 20 Miliar pada 2030

Di Korea Selatan, indeks Kospi ikut merosot sebesar 0,17 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisai kecil tergerus 0,16 persen.

Indeksn acuan Australia, S&P/ASX 200, bergerak naik 0,23 persen. Begitu juga kontral berjangka indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan pembukaan yang lebih tinggi di posisi 25.626 dari sebelumnya di level 25.524,92.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Ilustrasi Indeks Wall Street.

Photo :
  • Fox Bussiness

Wall Street turut mencetak hasil menggembirakan pada penutupan perdagangan semalam. Ketiga indeks acuan utama ditutup menguat. 

Indeks S&P 500 naik disokong sentimen sikap investor menunggu data kuartalan dari raksasa chip, Nvidia, setelah Trump mencopot Gubernur Federal Reserve (The Fed) Lisa Cook dari dewan direksi bank sentral AS itu. S&P 500 ditutup menguat 0,41 persen ke area 6.465,94.  

Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi mencatat lonjakan sebesar 0,44 persen menjadi 21.544,27. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 135,60 poin atau 0,30 persen dan ditutup di level 45.418,07.

Mata uang Rupiah.

Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.013 per dolar AS. Posisi itu melemah 16 poin atau 0,09 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.997 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut