IHSG Melonjak Usai Menkeu Purbaya Sebut Bisa “To The Moon”, Tanda Kepercayaan Investor Pulih?
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Sentimen Global dan Data Domestik
Dari luar negeri, pelaku pasar menantikan sinyal kebijakan baru dari The Federal Reserve (The Fed). Risalah rapat The Fed edisi September 2025 menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS mulai melunak, membuka peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, inflasi yang masih tinggi membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.
Selain itu, pengumuman kesepakatan fase pertama rencana perdamaian antara Israel dan Hamas oleh Presiden AS Donald Trump turut memberi dorongan positif bagi pasar global.
Dari dalam negeri, data Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan ritel Agustus 2025 tumbuh 3,5 persen (yoy), melambat dari bulan sebelumnya yang mencapai 4,7 persen. Meski demikian, daya beli masyarakat masih terjaga berkat kebijakan stimulus pemerintah.
Bursa Asia Bergerak Variatif
Bursa saham kawasan Asia ditutup bervariasi. Nikkei naik 861,51 poin atau 1,80 persen ke 48.596,50, Shanghai Composite naik 51,20 poin atau 1,32 persen ke 3.933,97, dan Straits Times Index naik 15,80 poin atau 0,35 persen ke 4.440,50. Sementara Hang Seng Index melemah 76,87 poin atau 0,29 persen ke 26.752,59.
