Bursa Asia Goyang Meski Trump Coba Tenangkan China soal Tarif

Ilustrasi kegiatan ekspor-impor di kawasan Asia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Jakarta, VoxPop – Bursa Asia-Pasifim bergerak fluktiatif pada pembukaan perdagangan Selasa, 14 Oktober 2025. Gejolak menyusul sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melunak terhadap Tiongkok (China) seiring perang dagang kembali memanas antar kedua negara.

img_title IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Rebound, Bursa Asia Lesu dan Wall Street Bergerak Variatif

Sikap Trump menyusul serangkaian pembatasan perdagangan dan perdebatan sengit. Trump menulis agar pemerintah Beijing tidak perlu khawatir dan memastikan semua aka berjalan baik.

"Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja," tulis Trump dalam sebuah posting Truth Social pada Senin, 13 Oktober 2025.

img_title IHSG Dibuka Menguat Siap Tes Resistance, Bursa Asia Menguat dan Wall Street Variatif

Sementara itu, Tiongkok mengenakan biaya kepada kapal-kapal AS yang bersandar di pelabuhan negaranya yang mulai berlaku hari ini, Selasa, 14 Oktober 2025. Tidak tinggal diam, Washington memberlakukan hal serupa terhadap kapal-kapal Tiongkok. 

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping.

Photo :
  • Asia Times
img_title IHSG Dibuka Memerah Dibayangi Koreksi Serupa Bursa Asia dan Wall Street

Dari sisi regional, ekonomi Singapura pada kuartal III-2025 tumbuh 2,9 persen atau lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 1,9 persen. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi Singapura naik hingga 4,4 persen. 

Mengutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 1,34 persen. Begitu juga indeks Topix merosot 1,31 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 1,01 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menguat 0,84 persen.

Saham Samsung Electronics memcatat lompatan harga sebesar 2,47 perssn setelah perusahaan 'meramal' kenaikan laba secara year on year (yoy) pada kuartal III-2025 sebesar 32 persen atau 12,1 triliun won Korea (US$8,48 miliar). Jumlah tersebut mengalahkan perolehan LSEG SmartEstimates sebesar 10,1 triliun won.

Indeks acuan Australia, ASX/S&P 200, turun 0,25 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong juga merosot dari 25.889,48 menjadi 25.794.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 587,98 poin atau 1,29 persen ke level 46.067,58 pada perdagangan semalam. Lonjakan ini setara dengan 67 persen dari kerugiannya pada akhir pekan Jumat, 10 Oktober 2025.

Indeks S&P 500 membukukan kenaikam sebesar 1,56 peesen menjadi 6.654,72. Nasdaq Composite melonjak 2,21 persen ke posisi 22.694,61 terdorong rebound saham-saham teknologi yang sebelumnya terpuruk. 

IHSG

IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

IHSG dibuka menguat 33 poin atau 0,54 persen di level 6.219 pada pembukaan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026 dan diprediksibakal uji resistance pada perdagangan hari ini.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut