Dibuka Perkasa, IHSG Pede Bakal Menguat Meski Bursa Asia Lesu

Pergerakan IHSG.
Sumber :
  • VoxPopnews/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – IHSG dibuka menguat 72 poin atau 0,92 persen di level 7.988 pada pembukaan perdagangan Senin, 20 Oktober 2025.

img_title IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Lanjutkan Kenaikan Ikuti Penguatan Wall Street dan Bursa Asia

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi rebound pada hari ini tes resist kuat di 8.000. Tapi masih hati-hati jika kurang kuat break di atas 8.050, masih potensi kembali koreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 20 Oktober 2025.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,97% ke Level 6.294 pada 4 Agustus 2026, Optimisme Awal Agustus Kian Menguat

Ilustrasi papan saham IHSG.

Photo :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Bursa Asia bergerak turun pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,44 persen, dan Topix melemah 1,03 persen. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi naik tipis 0,01 persen dan Kosdaq melemah 0,68 persen.

img_title Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menurun 2,48 persen, Taiex Taiwan berkurang 1,25 persen, dan ASX 200 Australia turun 0,81 persen. Selain itu, Straits Times turun 0,63 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,32 persen.

Di sisi lain, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan bahwa BoJ akan terus menguatkan kebijakan moneternya, jika keyakinan dalam mencapai prospek ekonomi menguat dan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Sementara itu, ekspor domestik non-minyak Singapura mencatat peningkatan tajam pada bulan September 2024, meningkat 6,9 persen dari tahun sebelumnya. 

Hal itu di atas ekspektasi penurunan 2,1 persen dan membalikkan penurunan 11,3 persen pada bulan Agustus. 

"Support IHSG berada di level 7.750-7.820 sementara resist IHSG di rentang 8.000-8.050," ujarnya.

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Hingga pukul 09.09 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.960 per dolar AS. Posisi itu menguat 67 poin atau 0,37 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.027 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut