Bursa Asia Bergejolak Jelang Pengumuman Inflasi Australia, Investor Abaikan Konflik AS dan Venezuela

Sydney Opera House
Sumber :
  • vstory

Jakarta, VoxPop – Bursa Asia-Pasifik bergejolak pada pembukaan perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Fluktuasi dipicu sikap pelaku pasar menantikan data inflasi Australia.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Pemerintah Australia dijadwalakan akan mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) bulan November 2025 pada hari ini, Rabu, 7 Januari 2026. Analis Citi memperkirakan inflasi utama naik mencapai 3,6 persen dan inflasi rata-rata yang disesuaikan sebesar 3,3 persen secara year on year (yoy). 


Source : Freepik

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan negara ini, ASX/S&P 200, melesat 0,37 persen. 

Sementara itu, indeks Nikkei 225 merosot 0,45 persen. Indeks Topix terrgelincir lebih dalam sebesar 0,63 persen. 

img_title Inflasi Tahunan Juli 2026 Diperkirakan Melandai ke 3,08 Persen, Simak Indikatornya

Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 1,89 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil turun tipis 0,12 persen. 

Di bursa Amerika Serikat (AS), dua indeks acuan mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa (all high time/ATH) pada sesi perdagangan semalam. Kenaikan saat investor mengabaikan serangan AS ke Venezuela yang menguncang dunia dalama beberapa hari terakhir. 

Indeks S&P 500 melesat 0,62 persen menjadi 6.944,82 yang merupakan titik tertingginya. Indeks Dow Jones Industrial Average juga mencetak rekor setelah menguat 484,90 poin atau 0,99 persen dan ditutup pada posisi 49.462,08.

Meski tidak mencetak rekor, Nasdaq Composite membukukan lonjakan signifikan sebesar 0,65 persen pada penutupan perdagangan. Kenaikan mendorong indeks sarat saham teknologi menembus level 23.547,17.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Didorong Makanan, Minuman dan Tembakau, BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan, terjadi deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan alias month-to-month (mtm) pada Juli 2026.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut