Bursa Asia Bergairah Jelang Pengumuman The Fed, Indeks Korsel Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Ilustrasi Singapura.
Sumber :
  • unsplash,com

Jakarta, VoxPop - Bursa Asia-Pasifik kompak menguat saat pembukaan pasar pada Rabu, 28 Januari 2026. Kenaikan menyusul indeks acuan Korea Selatan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all high time/ATH).

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Pemerintah Australia akan merilis data inflasi kuartal IV-2025 pada hari ini. Inflas inti diperkirakan naik 3,6 persen ke level tertinggi dalam enam kuartal terakhir.

DIkutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Korea Selatan, Kospi dan Kosdaq, konsisten membukukan lonjakan drastis. Keduanya mencetak rekor tertinggi baru melalu penguatan masing-masing sebesar 1,27 persen dan 1,55 persen pada awal perdagangan.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.055 Meski Ekonom Proyeksi Ekonomi RI di Kuartal II-2026 Anjlok

Ilustrasi Indeks Wall Street.

Photo :
  • Fox Bussiness

Indeks utama Austalia, S&P/ASX 200 juga memperpanjang kenaikan empat kali berturut-turut. Indeks melonjak 0,12 persen.

img_title IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

Sementara itu, pasar Jepang menjadi anomali di kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 merosot 0,79 persen dan indeks Topix melemah 0,97 persen. 

Wall Street ditutup beragam. Nasdaq Composite melesat 0,91 persen sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 408,99 poin atau 0,83 persen ke level 49.003,4.

Indeks S&P 500 melambung ke rekor tertinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0,41 persen menjadi 6.78,60. Pencapaian ini ditopang reli saham Apple dan Microsoft.

Kontrak berjangka S&P 500 hampir stagnan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve AS (The Fed) dan laporan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar.

Bank sentral  secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil  pada kisaran target 3,5 persen hingga 3,75 persen. Di satu sisi,  para pelaku pasar akan mencari petunjuk tentang perubahan kebijakan moneter jangka panjang. 

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.008 per dolar AS. Posisi itu menguat 14 poin atau 0,08 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.022 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut