3 Sentimen Positif Ini Dorong IHSG Naik 2,75 Persen Usai Libur Lebaran

Penutupan IHSG
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif pada hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran. 

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

IHSG melesat 2,75 persen atau 195,28 poin dan ditutup di level 7.302,12 pada Rabu, 25 Maret 2026. Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat tertekan dalam beberapa waktu terakhir akibat eskalasi konflik global dan aksi jual investor. 

Dalam riset hariannya, Tim Analis Phintraco Sekuritas menyoroti sejumlah faktor pendorong utama, baik dari domestik, global hingga secara teknikal yang menopang keberhasilan IHSG membukukan lonjakan signifikan. Lantas, apa saja faktor utama yang mendorong penguatan IHSG kali ini? 

img_title IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.343, Sektor Energi Bertahan Menguat Saat Mayoritas Indeks Terkoreksi

1. Sentimen Global Membaik

Ilustrasi Indeks Wall Street.

Photo :
  • Fox Bussiness
img_title IHSG Dibuka Menghijau Seiring Bursa Asia Menguat dan Wall Street Bergerak Variatif

Kinerja positif bursa saham kawasan Asia menjadi salah satu katalis utama penguatan IHSG. Optimisme investor meningkat seiring meredanya kekhawatiran pasar global yang mendorong aksi beli di berbagai pasar saham, termasuk Indonesia.

2. Turunnya Harga Minyak Dunia Imbas Isu Damai

Koreksi harga minyak mentah dunia turut memberikan angin segar bagi pasar. Penurunan ini dipicu kabar bahwa Amerika Serikat (AS) tengah mengupayakan de-eskalasi konflik dengan Iran melalui proposal perdamaian.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun sekitar 5 persen ke level US$87 per barel, sementara Brent melemah lebih dari 6 persen ke kisaran US$98 per barel. Penurunan ini meredakan kekhawatiran inflasi dan tekanan biaya energi, sehingga mendukung penguatan pasar saham.

3. Efisiensi Anggaran hingga Opsi WFH

Ilustrasi kerja dari rumah (work from home).

Photo :
  • PK HYPE

Dari dalam negeri, pasar merespons positif rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah penghematan belanja kementerian berpotensi memangkas hingga Rp80 triliun.

Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pengurangan frekuensi distribusi makanan harian yang diperkirakan dapat menghemat hingga Rp40 triliun. Namun, kebijakan ini masih bersifat usulan dan akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Tim Analis Phintraco Sekuritas juga menyampaikan, saat ini pemerintah RI tengah mengkaji sejumlah langkah untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. Upaya yang dilakukan meliputi strategi ketahanan fiskal dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan optimalisasi pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor komoditas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut