Baru Menjabat CEO Disney, Josh D'Amaro Langsung PHK 1.000 Karyawan: Ini Bagian dari Evaluasi

CEO baru Disney Josh D’Amaro
Sumber :
  • The Hollywood Reportert

Jakarta, VoxPop – Gelombang pemutusan hubungan kerja kembali melanda industri hiburan global. Kali ini, raksasa media The Walt Disney Company mengumumkan langkah besar dengan memangkas sekitar 1.000 karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.

img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Keputusan ini muncul di tengah perubahan besar dalam industri, terutama pergeseran dari televisi tradisional ke layanan streaming yang dinilai belum mampu memberikan keuntungan sebesar sebelumnya. Selain itu, persaingan ketat dengan perusahaan teknologi seperti Amazon dan YouTube turut menekan kinerja bisnis.

Langkah ini menjadi salah satu kebijakan besar pertama dari CEO baru, Josh D’Amaro, yang baru menjabat sekitar satu bulan. Ia menyampaikan langsung kabar tersebut kepada karyawan melalui memo internal yang berisi penjelasan sekaligus pesan empati. 

img_title Angka PHK Meningkat, OJK Pastikan Belum Ada Dampak Sistemik ke Industri Dana Pensiun

Berdasarkan laporan, PHK ini akan berdampak pada berbagai divisi. Mulai dari pemasaran hingga unit studio, televisi, ESPN, produk, teknologi, hingga fungsi korporat lainnya.

Disney sendiri tengah menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya pendapatan streaming yang belum maksimal, penurunan pendapatan box office, persaingan ketat dengan platform digital, hingga kebutuhan efisiensi dan transformasi organisasi. 

img_title Terkena PHK? Ini 21 Ide Bisnis yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan Baru, Bisa Dimulai dengan Modal Minim

Sejak 2022, perusahaan ini bahkan telah memangkas lebih dari 8.000 karyawan, menunjukkan tekanan yang cukup besar di industri hiburan global.

Berikut isi memo dari CEO Disney, sebagaimana dilansir dari Hindustan Times, Rabu, 15 April 2026.

Rekan-rekan Karyawan dan Cast yang Terhormat,
Kita telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir, baik di dalam perusahaan maupun di seluruh industri. Mengetahui secara langsung bahwa momen seperti ini dapat membawa ketidakpastian, saya ingin terbuka mengenai beberapa kabar sulit yang akan disampaikan minggu ini.

Pada bulan Januari, kami mengumumkan organisasi pemasaran dan merek terpadu yang dirancang untuk melayani konsumen dengan cara yang lebih terhubung. Selama beberapa bulan terakhir, kami telah melihat cara-cara untuk merampingkan operasi di berbagai bagian perusahaan guna memastikan kami terus menghadirkan kreativitas dan inovasi kelas dunia yang dihargai dan diharapkan oleh para penggemar Disney. 

Mengingat cepatnya perkembangan industri, hal ini mengharuskan kami untuk terus menilai bagaimana membangun tenaga kerja yang lebih lincah dan berbasis teknologi untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Oleh karena itu, kami akan menghapus beberapa posisi di sejumlah bagian perusahaan dan telah mulai memberi tahu karyawan yang terdampak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut