Sejarah Green SM di Indonesia, Taksi Listrik yang Jadi Sorotan usai Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Taksi Listrik Xanh SM
Sumber :
  • Arianti Widya

Jakarta, VoxPop – Insiden kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur membuat nama Green SM mendadak ramai diperbincangkan publik. Taksi listrik berwarna hijau ini disebut terlibat dalam rangkaian awal kejadian yang menyebabkan KRL berhenti di jalur sebelum akhirnya tertabrak kereta lain.

img_title Tak Perlu Scan QR Lagi, Bayar MRT hingga KRL Kini Cukup Tempel HP Android

Dalam rekaman yang beredar, terlihat sebuah taksi Green SM berada di jalur perlintasan rel dan kemudian tertemper KRL Commuter Line. Peristiwa tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membuat perjalanan KRL terhenti. 

Dalam kondisi berhenti di lintasan, KRL kemudian ditabrak KA Argo Bromo dari belakang. Seiring viralnya kejadian tersebut, publik mulai mencari tahu lebih jauh tentang Green SM, termasuk bagaimana sejarah perusahaan ini hingga bisa beroperasi di Indonesia.

img_title Viral Pria Nekat Gelantungan di Gerbong KRL Jurusan Tanjung Priok, KAI Commuter Langsung Blacklist!

Sejarah Green SM di Indonesia

Taksi Listrik Xanh SM

Photo :
  • Arianti Widya
img_title Suara Game Mobile Legend Terdengar dari Speaker Stasiun KRL, Netizen Soroti Petugas Sedang Push Rank

Mengutip dari laman resminya, Green SM merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan transportasi berbasis kendaraan listrik yang didirikan oleh Pham Nhat Vuong, pimpinan Vingroup asal Vietnam.

Pada 6 Maret 2023, Pham Nhat Vuong mengumumkan peluncuran GSM sebagai perusahaan yang fokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas. GSM disebut sebagai pionir dalam pengembangan kendaraan listrik multi-platform.

Perusahaan ini mengoperasikan dua layanan utama, yaitu pemesanan mobil listrik serta penyewaan mobil dan sepeda motor listrik. Dalam tahap awal pengembangannya, GSM menyiapkan investasi hingga 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor listrik.

Selain menyediakan layanan transportasi, GSM juga menyewakan kendaraan listrik kepada perusahaan lain sebagai bagian dari pengembangan ekosistem mobilitas ramah lingkungan.

Misi perusahaan adalah mendorong penggunaan kendaraan listrik di masyarakat serta memperkenalkan konsep transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya ini juga didukung oleh pengembangan kendaraan listrik VinFast yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis Vingroup.

Operasional GSM saat ini ditopang oleh tim yang terdiri dari lebih dari 80.000 karyawan.

Ekspansi ke Indonesia

Setelah berkembang di Vietnam, Green SM mulai melakukan ekspansi ke negara lain di Asia Tenggara, termasuk Laos dan Indonesia. PT Xanh SM Green and Smart Mobility (GSM) resmi meluncurkan layanan taksi listriknya, Xanh SM, di Indonesia pada 2024. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut