IHSG Memerah, Bursa Asia Variatif & Wall Street Lesu Imbas Rapuhnya Gencatan Senjata AS-Iran

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Jakarta, VoxPop IHSG dibuka melemah 94 poin atau 1,38 persen di level 6.763 pada pembukaan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,77 Persen ke Level 6.234, Seluruh Indeks Bursa Kompak Berakhir di Zona Hijau

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi tes support dan rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG kemungkinan potensi open gap down untuk tes support di area 6.600-6.700, karena efek MSCI Review yang diumumkan semalam. Namun usai sentuh level support tersebut, IHSG berpotensi teknikal rebound," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 13 Mei 2026.

img_title IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau Saat Sesi II Dibuka, Menguat 0,55% ke Level 6.220

IHSG

Photo :
  • Antara

Dia mengatakan, mayoritas bursa saham Asia-Pasifik beragam pada perdagangan Selasa kemarin, meskipun kembali hadir keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata AS-Iran.

img_title IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

Sentimen pasar sempat dibayangi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on massive life support” atau berada dalam kondisi sangat kritis.

Trump pada Senin kemarin mempertanyakan kelangsungan gencatan senjata, setelah menilai respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington tidak dapat diterima.

"Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi sangat kritis, seperti pasien yang hanya memiliki peluang hidup 1 persen,” ujar Trump.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,52 persen dan Topix menguat 0,83 persen. Sedangkan, indeks Kospi melemah 2,29 persen dan Kosdaq turun 2,32 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,22 persen, dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,36 persen.

"Support IHSG berada di level 6.600-6.700 sementara resist IHSG di rentang 6.950-7.020," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin, di tengah lonjakan inflasi dan kenaikan tajam harga minyak dunia akibat memanasnya kembali konflik AS-Iran.

Indeks S&P 500 turun 0,16 persen dan Nasdaq Composite melemah 0,71 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,11 persen. Tekanan terbesar dari saham-saham teknologi, terutama sektor chip. Saham Micron Technology anjlok 3,6 persen, saham Advanced Micro Devices turun 2 persen, dan Qualcomm melemah 11 persen.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia West Texas Intermediate (WTI) naik 4,19 persen (US$102,18/bbl), sedangkan Brent crude menguat 3,42 persen (US$ 107,77/bbl).

Ilustrasi Bendera Iran

Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Pemerintah Iran menegaskan akan menganggap bahwa setiap ancaman apapun dari pihak musuh sebagai ancaman yang nyata, dan bakal mendapat perhatian serius dari pihak Teheran

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut