IHSG Dibuka Menghijau, Wall Street Rebound & Bursa Asia Anjlok Imbas Geopolitik Timur Tengah

Ilustrasi IHSG.
Sumber :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Jakarta, VoxPop IHSG dibuka menguat 30 poin atau 0,50 persen di level 6.207 pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Juni 2026.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas, Kevin Juido Hutabarat memprediksi, IHSG berpotensi datar (sideways) cenderung melemah pada perdagangan hari ini.

"Kami memprediksi IHSG di hari ini sideways cenderung melemah," kata Kevin dalam riset hariannya, Senin, 22 Juni 2026.

img_title IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Lanjutkan Kenaikan Ikuti Penguatan Wall Street dan Bursa Asia

IHSG

Photo :
  • Antara

Dia mengatakan, Bursa Asia mayoritas turun pada Jumat pekan lalu, didorong meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,97% ke Level 6.294 pada 4 Agustus 2026, Optimisme Awal Agustus Kian Menguat

Di sisi lain, dolar as menguat signifikan setelah sikap hawkish The Fed, menyebabkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

"Indeks saham Jepang, Nikkei 225 naik 0,28 persen sedangkan Topix turun 0,57 persen. Selain itu, di Korea Selatan, indeks KOSPI melemah 0,13 persen dan KOSDAQ merosot 3,43 persen.

Sementara itu, ASX 200 Australia berkurang 0,93 persen. Di sisi lain, beberapa pasar saham tutup bursa karena libur nasional, antara lain China, Hong Kong dan Taiwan. 

"Support IHSG berada di level 6.117 -6.080 sementara resist IHSG di rentang 6.209-6.245," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street rebound pada perdagangan akhir pekan lalu, setelah perdagangan sebelumnya tertekan oleh sinyal The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Penguatan dipimpin saham-saham teknologi dan semikonduktor.

Penguatan Wall Street terjadi setelah aksi jual pada perdagangan sebelumnya yang dipicu hasil rapat kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Meski demikian, investor tampaknya mulai fokus pada sejumlah data ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan ekonomi AS.

Indeks Nasdaq Composite melesat 1,91 persen, S&P 500 melonjak 1,08 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,14 persen. Sementara itu, saham produsen chip menjadi pendorong utama rally pasar.

Direksi BNI.

BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja solid hingga semester I-2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan geopolitik.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut