Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026
- Bumi Resources Tbk
Peningkatan piutang tersebut sejalan dengan meningkatnya kontribusi PT Jhonlin Group terhadap penjualan BUMI selama semester I-2026.
Dalam catatan atas laporan keuangan, PT Jhonlin Group tercatat sebagai pelanggan terbesar kedua perseroan dengan nilai transaksi mencapai US$164 juta. Angka ini melonjak tajam dibandingkan transaksi pada semester I-2025 yang sebesar US$44,75 juta.
Jhonlin Juga Menjadi Pemasok Utama
Hubungan bisnis antara BUMI dan Grup Jhonlin tidak hanya terjadi pada sisi penjualan.
Dalam laporan keuangan disebutkan bahwa PT Jhonlin Baratama juga menjadi salah satu pemasok utama perseroan sepanjang semester pertama tahun ini.
Nilai transaksi dengan perusahaan tersebut mencapai US$125,44 juta, yang menjadi bagian dari total beban pokok pendapatan BUMI selama semester I-2026.
Meski aktivitas bisnis dengan Grup Jhonlin meningkat, kewajiban lain perseroan kepada perusahaan tersebut justru mengalami penurunan.
Saldo utang lain-lain kepada PT Jhonlin Group tercatat sebesar US$24,68 juta per akhir Juni 2026. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai US$34,38 juta.
Dalam laporan keuangan dijelaskan bahwa saldo tersebut merupakan uang muka dari PT Jhonlin Group yang nantinya akan diselesaikan melalui mekanisme pemotongan sejumlah tertentu untuk setiap metrik ton batu bara yang terjual.
Total Aset dan Kas BUMI Ikut Bertumbuh
Posisi keuangan BUMI juga menunjukkan penguatan hingga akhir semester pertama 2026.
Total aset perseroan meningkat menjadi US$4,59 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar US$4,22 miliar.
Likuiditas perusahaan juga mengalami perbaikan. Kas dan setara kas naik menjadi US$179,69 juta, dibandingkan US$118,59 juta pada akhir tahun lalu.
Sementara itu, saldo laba turut mengalami peningkatan menjadi US$139,86 juta, dari sebelumnya US$81,01 juta pada akhir 2025.
Kinerja positif tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang berhasil dikonversi menjadi peningkatan laba, sekaligus memperkuat posisi keuangan perseroan pada paruh pertama 2026. Selain ditopang penjualan batu bara sebagai kontributor utama, bisnis emas dan peningkatan kontribusi dari entitas asosiasi juga menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan laba BUMI selama semester I-2026.
