Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Bumi Resources Tbk
Sumber :
  • Bumi Resources Tbk

Jakarta, VoxPop – Kinerja keuangan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menunjukkan perbaikan signifikan pada semester pertama 2026. Emiten tambang batu bara dan mineral yang berada di bawah Grup Bakrie dan Grup Salim itu berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 188,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

img_title Komunitas Lintas Iman Bentuk Sekretariat untuk Jaga Bumi

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$58,85 juta pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan semester I-2025 yang tercatat sebesar US$20,41 juta.

Tak hanya itu, laba bersih konsolidasian perseroan juga mengalami kenaikan signifikan. Hingga akhir Juni 2026, BUMI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar US$72,27 juta, meningkat 87,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$38,55 juta.

img_title Sebanyak 300 Lebih Gempa Susulan Dilaporkan Masih Mengguncang Venezuela

Pendapatan Tumbuh Hampir 28 Persen

Kenaikan laba BUMI didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

img_title IHSG Ambles 3,36 Persen Saat Penutupan, Saham BUMI hingga DSSA Jadi yang Paling Banyak Diburu Investor

Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$866,75 juta, naik 27,9 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar US$677,93 juta.

Kontributor terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari bisnis batu bara. Penjualan komoditas tersebut menghasilkan pendapatan sebesar US$762,39 juta.

Sementara itu, penjualan emas menjadi penyumbang terbesar kedua dengan nilai mencapai US$95,91 juta.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas usaha turut mendorong kenaikan beban pokok pendapatan. Selama semester I-2026, beban pokok pendapatan tercatat sebesar US$720,84 juta, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$570,90 juta.

Laba Usaha dan Kontribusi Entitas Asosiasi Ikut Meningkat

Pertumbuhan pendapatan berdampak positif terhadap laba usaha perseroan.

BUMI membukukan laba usaha sebesar US$83,13 juta, meningkat dari US$55,30 juta pada semester I-2025.

Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama juga mengalami peningkatan yang signifikan. Nilainya hampir tiga kali lipat menjadi US$43,85 juta, memperkuat kinerja laba perusahaan sepanjang semester pertama tahun ini.

Piutang ke PT Jhonlin Group Melonjak

Selain mencatat pertumbuhan laba, laporan keuangan BUMI juga menunjukkan perubahan signifikan pada sisi piutang usaha.

Hingga akhir Juni 2026, piutang usaha kepada PT Jhonlin Group meningkat drastis menjadi US$153,52 juta. Nilai tersebut melonjak sekitar 10,9 kali lipat dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar US$14,06 juta.

Peningkatan piutang tersebut sejalan dengan meningkatnya kontribusi PT Jhonlin Group terhadap penjualan BUMI selama semester I-2026.

Dalam catatan atas laporan keuangan, PT Jhonlin Group tercatat sebagai pelanggan terbesar kedua perseroan dengan nilai transaksi mencapai US$164 juta. Angka ini melonjak tajam dibandingkan transaksi pada semester I-2025 yang sebesar US$44,75 juta.

Jhonlin Juga Menjadi Pemasok Utama

Hubungan bisnis antara BUMI dan Grup Jhonlin tidak hanya terjadi pada sisi penjualan.

Dalam laporan keuangan disebutkan bahwa PT Jhonlin Baratama juga menjadi salah satu pemasok utama perseroan sepanjang semester pertama tahun ini.

Nilai transaksi dengan perusahaan tersebut mencapai US$125,44 juta, yang menjadi bagian dari total beban pokok pendapatan BUMI selama semester I-2026.

Meski aktivitas bisnis dengan Grup Jhonlin meningkat, kewajiban lain perseroan kepada perusahaan tersebut justru mengalami penurunan.

Saldo utang lain-lain kepada PT Jhonlin Group tercatat sebesar US$24,68 juta per akhir Juni 2026. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai US$34,38 juta.

Dalam laporan keuangan dijelaskan bahwa saldo tersebut merupakan uang muka dari PT Jhonlin Group yang nantinya akan diselesaikan melalui mekanisme pemotongan sejumlah tertentu untuk setiap metrik ton batu bara yang terjual.

Total Aset dan Kas BUMI Ikut Bertumbuh

Posisi keuangan BUMI juga menunjukkan penguatan hingga akhir semester pertama 2026.

Total aset perseroan meningkat menjadi US$4,59 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar US$4,22 miliar.

Likuiditas perusahaan juga mengalami perbaikan. Kas dan setara kas naik menjadi US$179,69 juta, dibandingkan US$118,59 juta pada akhir tahun lalu.

Sementara itu, saldo laba turut mengalami peningkatan menjadi US$139,86 juta, dari sebelumnya US$81,01 juta pada akhir 2025.

Kinerja positif tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang berhasil dikonversi menjadi peningkatan laba, sekaligus memperkuat posisi keuangan perseroan pada paruh pertama 2026. Selain ditopang penjualan batu bara sebagai kontributor utama, bisnis emas dan peningkatan kontribusi dari entitas asosiasi juga menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan laba BUMI selama semester I-2026.

Gempa Jepang Akibatkan Tsunami

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Media pemerintah melaporkan, jumlah korban tewas akibat gempa bumi kuat yang mengguncang Prefektur Kumamoto di barat daya Jepang pada pekan lalu, meningkat jadi 38 orang.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut