Anjlok 2,15 Persen, BPS Catat Jumlah Wisatawan Mancanegara Cuma 1,39 Juta Kunjungan di Juni 2026

Finns Beach Club, salah satu tempat hiburan populer di Bali di antara turis Australia.
Sumber :
  • Istimewa.

Jakarta, VoxPop – Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta kunjungan, atau turun 2,15 persen dibanding Juni 2025.

img_title Ekspor Juni 2026 Capai US$25,46 Miliar, BPS Ungkap Komoditas Pendorongnya

"Namun demikian, angka kunjungan wisman kumulatif selama Januari-Juni 2026 menyentuh 7,45 juta kunjungan, atau meningkat 5,71 persen (c-to-c)," kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2026.

Dia menjelaskan, pada Juni 2026, mayoritas kunjungan disumbang oleh wisman pemegang paspor Malaysia sebanyak 258,69 ribu kunjungan (18,66 persen), diikuti oleh Singapura 169,91 ribu kunjungan (12,25 persen), dan Australia 167,50 ribu kunjungan (12,08 persen).

img_title Impor RI Meroket 34,27 Persen hingga US$25,9 Miliar di Juni 2026, Ini Biang Keroknya

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Photo :
  • [Istimewa]

Ateng menambahkan, BPS juga mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juni 2026, yang mencapai 107,19 juta perjalanan. Angka tersebut naik tipis 1,98 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode Juni 2025.

img_title Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026

"Sepanjang Januari-Juni 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 630,41 juta perjalanan, atau meningkat 2,71 persen (c-to-c)," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Ateng juga telah melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 tercatat defisit sebesar US$450 juta, akibat tingginya impor dibandingkan ekspor nasional.

Dimana, impor Juni 2026 tercatat mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen secara year-on-year (yoy), dibandingkan dengan ekspor yang hanya mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84 persen (yoy).

"Neraca perdagangan barang pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar US$0,45 miliar (US$450 juta)," ujar Ateng.

Dia menjelaskan, nilai ekspor migas yang tercatat sebesar US$1,07 miliar atau turun 3,78 persen, berbanding dengan nilai ekspor non-migas yang naik 9,46 persen dengan nilai sebesar US$24,39 miliar pada Juni 2026

Ateng merinci, kenaikan nilai ekspor Juni 2026 utamanya didorong oleh ekspor non-migas dari beberapa komoditas, antara lain yakni bahan bakar mineral (HS27) naik 49,67 persen, nikel dan barang daripadanya (HS75) naik 69,30 persen, lemak minyak hewani/nabati (HS15) naik 10,45 persen.

Sementara nilai impor Juni 2026 yang mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen (yoy), terdiri dari impor migas yang mencapai US$4,56 miliar atau naik 105,15 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor non-migas pada Mei 2026 tercatat mencapai US$21,35 miliar atau naik 25,05 persen (yoy). Menurutnya, peningkatan impor Juni 2026 ini didorong oleh impor non-migas dengan andil sebesar 22,17 persen.

"Meski demikian, angka defisit neraca perdagangan pada Juni 2026 ini lebih rendah jika dibandingkan pada Mei 2026 yang sebesar US$1,61 miliar," ujarnya.

Panen Padi Perbukitan

BPS Pede Produksi Padi dan Jagung di Semester I-2026 Bakal Meningkat, Simak Proyeksinya

Ateng BPS menyampaikan bahwa produksi padi diperkirakan meningkat 7,02 persen, dari 4,01 juta ton GKG pada bulan Juni 2025 menjadi 4,29 juta ton GKG pada bulan Juni 2026.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut