IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.226, Saham Emiten Ini Masih Jadi Penopang Transaksi
- Antara
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.226,031, turun 10,04 poin atau 0,16 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sejak pembukaan perdagangan, indeks sebenarnya bergerak di zona hijau. IHSG dibuka pada level 6.272,617 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.273,326.
Namun, tekanan jual mulai muncul menjelang pertengahan sesi sehingga indeks berbalik arah dan sempat menyentuh level terendah 6.213,346. Menjelang penutupan, IHSG sempat memangkas pelemahan, tetapi tetap berakhir di zona negatif.
Nilai Transaksi Tembus Rp7,6 Triliun
Hingga akhir sesi perdagangan, aktivitas transaksi di pasar saham berlangsung cukup aktif. Volume perdagangan mencapai 23,096 miliar saham.
Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp7,686 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1.391.121 kali transaksi.
Pergerakan indeks menunjukkan pelaku pasar masih melakukan aksi beli dan jual secara selektif di tengah pergerakan IHSG yang cenderung fluktuatif sepanjang perdagangan.
Saham BBCA Jadi Penyumbang Nilai Transaksi Terbesar
Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten dengan transaksi terbesar pada perdagangan hari ini.
Berikut daftar saham dengan nilai transaksi terbesar:
- BBCA: Rp973,98 miliar
- BBRI: Rp684,94 miliar
- TPIA: Rp574,23 miliar
- TINS: Rp514,19 miliar
- DEWA: Rp488,63 miliar
- BMRI: Rp408,62 miliar
- BACH: Rp384,29 miliar
- BUMI: Rp383,04 miliar
- AMMN: Rp380,03 miliar
- BULL: Rp327,05 miliar
BBCA juga menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar meski ditutup melemah.
Pergerakan Saham Unggulan Beragam
Sejumlah saham unggulan menunjukkan pergerakan yang bervariasi hingga penutupan perdagangan.
BBCA ditutup turun 125 poin ke level 6.325 setelah sempat diperdagangkan pada rentang 6.325-6.450.
Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI berhasil menguat 50 poin dan ditutup di level 3.040.
Penguatan juga terjadi pada saham TPIA yang naik 50 poin menjadi 2.160.
Saham TINS mencatat kenaikan paling besar di kelompok saham aktif dengan menguat 240 poin ke level 3.800.
Selain itu, saham BMRI naik 30 poin menjadi 4.190, sedangkan AMMN menguat 120 poin ke posisi 4.100.
Saham DEWA turut menguat 10 poin ke level 460, sementara BACH naik 115 poin menjadi 880.
Adapun saham BUMI ditutup menguat 3 poin ke level 165, sedangkan saham BULL berakhir tidak berubah di posisi 454.
Indeks LQ45 Masih Menguat
Meski IHSG berakhir di zona merah, sejumlah indeks saham lainnya masih mencatatkan penguatan.
Indeks LQ45 naik 0,27 persen ke level 622,914.
Kemudian IDXLQ45LCL menguat 0,19 persen, sementara IDX80 juga naik 0,18 persen.
Di sisi lain, IDX30 melemah 0,10 persen, sejalan dengan koreksi yang terjadi pada IHSG.
Pergerakan tersebut mencerminkan bahwa tekanan terhadap IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar, sementara sebagian saham unggulan lainnya masih mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan.
