7 Kesalahan yang Bikin Investasi Emas Kurang Untung, Hindari Kalau Tak Mau Rugi

Ilustrasi emas batangan dan uang kertas dolar AS dalam brankas.
Sumber :
  • Antara

VoxPop – Banyak orang mengira investasi emas pasti untung karena nilainya cenderung naik dalam jangka panjang. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak selalu benar. 

img_title Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi

Faktanya, ada investor yang mampu meraih keuntungan optimal, sementara sebagian lainnya justru memperoleh hasil yang tidak sesuai harapan.

Perbedaannya sering kali bukan terletak pada harga emas, melainkan pada kebiasaan saat berinvestasi. Kesalahan yang terlihat sepele dapat berdampak pada potensi keuntungan yang diperoleh. 

img_title Siapa Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Adriansyah? Kejagung: Nanti Terungkap di Persidangan

Karena itu, penting untuk mengetahui kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari agar investasi emas memberikan hasil yang lebih maksimal. Berikut informasi selengkapnya, sebagaimana dilansir dari Forbes, Selasa, 4 Agustus 2026.

1. Membeli Emas karena Ikut Tren

img_title Sindikat Penipu Penjualan Emas Dibongkar, Dikendalikan Napi Lapas di Sumut

Ketika harga emas mencetak rekor atau ramai dibicarakan di media sosial, banyak orang tergoda untuk ikut membeli. Padahal, keputusan investasi yang didasarkan pada rasa takut ketinggalan atau fear of missing out sering kali membuat seseorang membeli di harga yang sudah tinggi.

Sebelum membeli emas, pastikan keputusan tersebut didasarkan pada tujuan investasi dan kondisi keuangan Anda, bukan semata karena mengikuti tren.

2. Berharap Untung Besar dalam Waktu Singkat

Sebagian investor memiliki ekspektasi bahwa harga emas akan melonjak dalam hitungan minggu atau bulan. Ketika harapan tersebut tidak terwujud, mereka menjadi kecewa dan buru buru menjual aset yang dimiliki.

Padahal, emas lebih dikenal sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Nilainya cenderung meningkat seiring waktu, sehingga membutuhkan kesabaran agar potensi keuntungannya dapat dirasakan.

3. Menaruh Terlalu Banyak Dana di Emas

Emas memang dikenal sebagai aset yang relatif stabil. Namun, bukan berarti seluruh dana investasi sebaiknya ditempatkan pada instrumen ini.

Portofolio yang sehat tetap memerlukan diversifikasi agar risiko dapat tersebar. Dengan memiliki beberapa jenis aset, Anda tidak bergantung sepenuhnya pada pergerakan harga emas.

4. Tidak Memperhitungkan Biaya Tambahan

Saat menghitung keuntungan, sebagian orang hanya membandingkan harga beli dan harga jual emas. Padahal, masih ada biaya lain yang perlu diperhatikan.

Untuk emas fisik, misalnya, terdapat selisih harga beli dan jual yang dapat memengaruhi keuntungan. Sementara pada layanan investasi tertentu, bisa saja terdapat biaya administrasi atau biaya lainnya yang perlu dipertimbangkan sebelum bertransaksi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut