Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026
- Dokumentasi Astra.
“Astra telah mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp8 triliun untuk 12 bulan ke depan, yang telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026. Selain itu, UT juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp2 triliun untuk tiga bulan ke depan,” ujar Rudy.
Sebelumnya, Astra dan United Tractors telah menyelesaikan program pembelian kembali saham dengan total nilai Rp7,4 triliun sejak November 2025 hingga akhir Juni 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi alokasi modal PT Astra International Tbk untuk meningkatkan imbal hasil jangka panjang bagi pemegang saham.
Ke depannya Astra mulai menjalankan Strategy Roadmap baru yang diumumkan pada Mei 2026. Strategi ini mengarahkan Grup Astra untuk fokus pada tiga bisnis inti atau Core Businesses. Ketiganya adalah Otomotif, Jasa Keuangan, serta Solusi Pertambangan dan Alat Berat.
Peta jalan tersebut dibangun di atas empat pilar, yakni Focus, Clarity, Discipline, dan Commitment. Astra juga memperjelas pengelolaan Wider Businesses dengan memprioritaskan bisnis yang memiliki sinergi dengan ekosistem dan kapabilitas Grup.
Strategi baru tersebut turut menekankan disiplin alokasi modal dan investasi dengan mempertimbangkan imbal hasil bagi pemegang saham.
“Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis,” kata Rudy.
Astra International juga mencatat nilai aset bersih per saham sebesar Rp5.763 pada 30 Juni 2026, meningkat 1 persen. Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 1 persen menjadi Rp230,1 triliun.
