Masalah Visa Menghantui Piala Dunia 2026, Iran Jadi Korban Pertama Dipersulit Kanada

Aksi Menggetarkan Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026, Tas Sekolah Jadi Simbol DukaGianni Infantino
Sumber :
  • Team Melli

VoxPop –  Ajang Piala Dunia 2026 atau FIFA World Cup yang seharusnya menjadi pesta sepak bola terbesar justru mulai dibayangi persoalan non-teknis. Isu visa dan politik lintas negara kini muncul ke permukaan, bahkan sebelum turnamen resmi dimulai.

img_title AS Akan Berlakukan Deposit Visa hingga Rp360 Juta Bagi Warga 50 Negara, Indonesia Termasuk?

Iran menjadi negara pertama yang langsung merasakan dampak rumitnya regulasi imigrasi di turnamen yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Iran tetap akan tampil di Piala Dunia 2026 dan bermain di Amerika Serikat sesuai jadwal. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya menyatukan dunia lewat sepak bola.

img_title Gianni Infantino Silahkan Pilih Mundur atau Dilengserkan

"Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat," tegas Infantino seperti dikutip Reuters.

Namun di balik pernyataan optimistis itu, realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda.

img_title Didukung Erick Thohir tapi Banyak Diprotes, Gianni Infantino Akhirnya Resmi Batalkan Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Delegasi Iran dilaporkan mengalami kendala serius saat hendak menghadiri Kongres FIFA di Kanada. Beberapa pejabat, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj, ditolak masuk meski telah mengantongi visa. Penolakan ini dikaitkan dengan dugaan keterlibatan individu dalam Islamic Revolutionary Guard Corps yang oleh Kanada dikategorikan sebagai organisasi teroris. 

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa kebijakan negaranya jelas: individu yang memiliki keterkaitan dengan IRGC tidak diizinkan masuk. Hal ini menunjukkan bahwa aturan imigrasi tetap berjalan independen, bahkan untuk event olahraga sebesar Piala Dunia.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney

Photo :
  • REUTERS/Mathieu Belanger

"Seperti yang Anda ketahui, Garda Revolusi Iran dan seluruh anggotanya telah ditetapkan sebagai organisasi teroris selama beberapa tahun," ujar PM Kanada, Mark Carney,

"Para anggotanya dilarang masuk. Kami memiliki serangkaian pemeriksaan, dan kami mengambil tindakan. Tidak ada anggota yang berhasil masuk ke negara ini," sambung Carney.

Situasi ini menjadi alarm serius bagi FIFA. Pasalnya, format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan tiga negara tuan rumah mengharuskan mobilitas tinggi bagi pemain, ofisial, hingga staf tim. Artinya, potensi kendala visa bisa terjadi berulang kali selama turnamen berlangsung.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan tidak keberatan dengan kehadiran pemain Iran. Namun, pembatasan tetap berlaku bagi individu yang memiliki hubungan dengan IRGC.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut