Iran Murka di Piala Dunia 2026! Merasa Diperlakukan Tak Adil hingga Siap Gugat FIFA
- Dok. FIFA
VoxPop – Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) bersiap melayangkan protes resmi kepada FIFA setelah merasa dirugikan oleh sejumlah kebijakan selama Piala Dunia 2026. Terbaru, Team Melli hanya diizinkan tiba di Los Angeles 24 jam sebelum menghadapi Belgia dalam laga krusial Grup G, termasuk berbagai kendala logistik menjelang laga penting.
Iran menilai sejumlah aturan yang diterapkan terhadap skuad mereka telah mengganggu persiapan tim secara signifikan. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, sebelumnya bahkan menyebut timnya sebagai peserta yang paling dirugikan di Piala Dunia 2026.
"Saya pikir mungkin tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia," kata Ghalenoei dikutip dari ESPN.
Bukan hanya soal jadwal perjalanan yang padat, Iran juga mengeluhkan minimnya waktu pemulihan setelah pertandingan. Seusai bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru, skuad Iran disebut harus segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat dan kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko.
Mereka tidak diberikan kesempatan untuk menginap atau menjalani sesi pemulihan seperti yang umumnya dilakukan tim peserta lainnya.
"Kami menghabiskan begitu banyak waktu di udara untuk perjalanan pulang pergi, mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk beristirahat," ujar Ghalenoei.
Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei
- IMAGN IMAGES via Reuters/Kirby Lee
Keluhan itu bahkan disampaikan langsung kepada Presiden FIFA Gianni Infantino ketika orang nomor satu FIFA tersebut mengunjungi ruang ganti Iran setelah pertandingan.
"Setelah pertandingan hari ini, mereka berkata kepada kami, 'Kalian harus segera pergi'," tegas Ghalenoei.
"Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu untuk pemulihan, tetapi kami telah diberitahu untuk kembali ke kamp kami di Tijuana, dan kami benar-benar merasa terganggu oleh hal itu," lanjutnya.
Tak hanya pemain dan staf pelatih yang terdampak. Kapten Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat federasi hingga pendukung mereka juga mengalami kendala masuk ke Amerika Serikat.
Menurut Taremi, beberapa pihak yang terkait dengan tim bahkan gagal memperoleh izin masuk ke negara tuan rumah. Kondisi tersebut membuat sang kapten menyebut persiapan Iran menuju Piala Dunia kali ini sebagai situasi yang sangat sulit.
Federasi Sepak Bola Iran Angkat Bicara
Federasi Sepak Bola Iran pun akhirnya angkat bicara melalui pernyataan resmi. Mereka menilai pembatasan yang diterapkan terhadap tim nasional tidak mencerminkan prinsip kesetaraan bagi seluruh peserta turnamen.
"Federasi sepak bola Iran percaya bahwa pembatasan tersebut tidak sesuai dengan prinsip memberikan kondisi yang sama bagi semua tim yang berpartisipasi dan dapat berdampak negatif pada proses persiapan tim," tulis federasi dalam pernyataannya.
"Oleh karena itu, federasi akan secara resmi menyatakan ketidakpuasannya dan mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA melalui saluran yang sesuai. Terlepas dari keterbatasan ini, tim nasional Iran akan melanjutkan program persiapannya dan tetap fokus sepenuhnya pada pertandingan mendatang melawan Belgia."
Di balik polemik tersebut, ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran disebut menjadi faktor utama yang memengaruhi keberadaan Team Melli selama Piala Dunia 2026.
Sejumlah laporan menyebut pemerintah AS memberikan visa kepada pemain dan staf pelatih Iran dengan syarat khusus, termasuk larangan bermalam di wilayah Amerika Serikat. Akibatnya, Iran harus terus bolak-balik dari markas mereka di Tijuana menuju kota-kota penyelenggara pertandingan di AS.
Situasi ini belum pernah terjadi pada edisi Piala Dunia sebelumnya dan saat ini tengah menjadi salah satu isu paling kontroversial sepanjang turnamen 2026 berlangsung.
