Baru Berlaku di Piala Dunia 2026, Miguel Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru FIFA

Pemain Timnas Paraguay, Miguel Almiron, nomor 10
Sumber :
  • Instagram/albirroja

VoxPop Miguel Almiron mendadak menjadi sorotan dunia sepak bola. Gelandang Paraguay itu tercatat sebagai korban pertama aturan baru FIFA yang mulai diberlakukan di Piala Dunia 2026 setelah menerima kartu merah karena berbicara sambil menutupi mulutnya dengan tangan.

img_title Dibantai Vietnam 0-3, Justin Hubner Sebut Piala AFF Bukan Turnamen Resmi FIFA, Media Vietnam Balas Gini

Momen bersejarah sekaligus kontroversial itu terjadi saat Paraguay menghadapi Turki pada laga Grup D Piala Dunia 2026 di San Francisco Bay Arena Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 WIB. Almiron diusir wasit Ivan Barton pada masa injury time babak pertama ketika timnya sedang unggul 1-0.

Insiden bermula ketika pertandingan dihentikan menyusul pelanggaran terhadap penyerang Paraguay, Isidro Pitta. Sejumlah pemain Paraguay kemudian mendatangi wasit untuk memprotes keputusan yang dianggap merugikan tim mereka.

img_title Prabowo Ajak Klub hingga Media Bersatu Wujudkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Di tengah situasi yang memanas, Almiron terlihat berbicara dengan bek Turki, Mert Muldur. Namun, pemain Atlanta United tersebut menutupi mulutnya dengan tangan saat mengucapkan sesuatu kepada lawannya.

Gestur itu rupanya langsung menarik perhatian Muldur. Bek Turki tersebut kemudian menghampiri perangkat pertandingan sambil memperagakan tindakan yang dilakukan Almiron.

img_title Pesan Prabowo di Kongres PSSI 2026: Negara Tak Boleh Mematikan Mimpi Anak Indonesia Bela Timnas

Tak lama berselang, wasit menerima panggilan dari ruang VAR untuk melakukan peninjauan ulang. Setelah melihat tayangan ulang di monitor pinggir lapangan, Ivan Barton memutuskan mengeluarkan kartu merah langsung untuk Almiron.

Keputusan tersebut sontak memicu perdebatan. Pasalnya, tidak ada kontak fisik berlebihan, tekel berbahaya, maupun tindakan kekerasan yang dilakukan Almiron. Hukuman diberikan semata-mata karena ia dianggap melanggar regulasi baru FIFA yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.

Aturan tersebut disahkan oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) pada April 2026 sebagai bagian dari revisi Laws of the Game yang bertujuan memperketat pengawasan terhadap potensi ujaran diskriminatif di lapangan.

"Atas kebijakan penyelenggara kompetisi, pemain mana pun yang menutupi mulutnya dalam situasi konfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi kartu merah," demikian pernyataan FIFA ketika meratifikasi aturan baru itu pada April 2026.

FIFA menilai kebiasaan menutup mulut saat berbicara dapat menyulitkan pengawasan terhadap ucapan pemain, terutama dalam situasi emosional yang berpotensi memunculkan kata-kata bernada diskriminatif atau melanggar regulasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut