Tragisnya Nasib Tunisia, 2 Ganti Pelatih di Piala Dunia 2026 2 Kali Kalah Telak

Timnas Tunisia
Sumber :
  • fifa.com

VoxPop – Timnas Tunisia menjadi salah satu sorotan negatif di fase grup Piala Dunia 2026 setelah mengalami awal turnamen yang jauh dari harapan. Alih-alih bangkit, langkah mereka justru semakin terpuruk meski sudah melakukan pergantian pelatih di tengah kompetisi.

img_title AFC Nyatakan Solidaritas untuk UEFA dan CONCACAF, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F menjadi awal dari krisis yang menimpa tim berjuluk Elang Kartago tersebut. Hasil itu langsung memicu keputusan drastis dari federasi, dengan memecat pelatih Sabri Lamouchi hanya dalam satu pertandingan turnamen.

Sebagai respons cepat, Tunisia menunjuk Herve Renard untuk mengambil alih kursi pelatih kepala. Sosok asal Prancis itu dikenal memiliki reputasi sebagai “penyelamat tim” karena pernah sukses membawa sejumlah negara bangkit dalam situasi sulit. Harapan pun besar tertuju kepadanya untuk mengangkat performa Hannibal Mejbri dan rekan-rekan di sisa pertandingan grup.

img_title Spanyol, Inggris hingga Prancis Terancam Absen di Piala Dunia 2030, UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA jika FFE Disetujui

Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Dengan waktu persiapan yang sangat singkat, hanya sekitar tiga hari, Renard belum mampu memberikan perubahan signifikan. Saat menghadapi Japan national football team di Monterrey, Tunisia kembali harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Jepang. Pertahanan yang rapuh dan minimnya kreativitas di lini tengah membuat mereka kesulitan mengimbangi tempo permainan lawan.

Dua kekalahan beruntun dengan skor besar tersebut membuat Tunisia berada di posisi yang sangat sulit di Grup F. Pergantian pelatih yang diharapkan menjadi titik balik justru tidak memberikan dampak apa pun terhadap performa tim di atas lapangan.

img_title Erick Thohir Dukung Rencana Kontroversial FIFA, Indonesia Berpotensi Raup Rp650 Miliar

Dengan hasil tersebut, Tunisia dipastikan tersingkir lebih cepat dari Piala Dunia 2026. Status mereka di laga terakhir melawan Netherlands national football team praktis hanya menjadi formalitas, karena apa pun hasilnya tidak akan mengubah nasib mereka di turnamen ini.

Kegagalan ini menjadi catatan pahit bagi Tunisia, sekaligus bahan evaluasi besar bagi federasi dalam membangun tim yang lebih stabil. Pergantian pelatih di tengah turnamen terbukti tidak cukup untuk menutupi masalah mendasar yang ada di dalam skuad.

Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Donald Trump

Didukung Erick Thohir tapi Banyak Diprotes, Gianni Infantino Akhirnya Resmi Batalkan Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan pembatalan rencana penjualan saham Piala Dunia. Meski Erick Thohir menyatakan dukungan, rencana ini banyak diprotes.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut