8 Arek Malang yang Demo di Kantor Arema FC Bisa Bebas Demi Hukum di Akhir Mei 2023
- VoxPop/Lucky Aditya
Solehuddin menuturkan bahwa sejak ditahan pada akhir Januari lalu, 8 tahanan dan keluarga belum pernah menggelar pertemuan atau duduk bersama dengan manajemen Arema FC. Padahal 8 tahanan dan keluarga menantikan pertemuan ini.
"Sejak ditahan kita belum ada pertemuan (dengan manajemen Arema FC). Kita sudah minta polisi untuk di mediasi supaya ketemu. Belum tahu, (Arema FC) hanya menunggu koordinasi dengan pusat," tutur Solehuddin.
Sebagai kuasa hukum Solehuddin siap menjadi mediator dalam upaya damai antara 8 tahanan dengan manajemen Arema FC. Dia tidak menampik bahwa ada isu sejumlah kelompok yang pro dan kontra dalam upaya perdamaian ini.
Namun, lebih jauh dari itu Solehuddin mengingatkan bahwa suporter adalah aset klub. Sehingga rekonsiliasi dianggap sebagai solusi antara Arek Malang dan pihak manajemen Arema FC.
"Jadi untuk sementara memang ada yang setuju dan tidak, jika kita melihat isu yang berkembang. Tapi saya berharap dari Arema sudahlah jangan mikir lainnya. Mikir Arema ke depan. Supaya agar dicabut dan kita rekonsiliasi. Saya siap menjadi mediator antara Aremania dan manajemen. Semoga ke depan tidak ada masalah kita sudah dalam posisi supaya menjadi Arema yang seperti dulu," kata Solehuddin.
Sebagai informasi, tuntutan aksi massa Arek Malang ke manajemen Arema FC pada 29 Januari 2023 lalu masih seputar penanganan Tragedi Kanjuruhan. Dimana garis besarnya manajemen Arema FC diminta aktif melakukan usut tuntas Tragedi Kanjuruhan yang membuat 135 orang meninggal dunia.
Tetapi di luar kendali massa. Para pendemo dan massa penjaga Kantor Arema FC saling terprovokasi. Mereka yang tersulut emosi saling serang dan imbasnya kantor Arema FC di Jalan Mayjend Panjaitan porak poranda. Kaca Arema FC Store pecah dan menimbulkan kerusakan lainnya.
