Puasa Tanpa Stres, Strategi Bertahap Hentikan Rokok dan Kopi di Bulan Ramadan

Ilustrasi merokok.
Sumber :
  • Pixabay/karosieben

VoxPop –Bagi perokok dan pecinta kopi, menjalani puasa Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri karena tubuh harus menahan diri dari nikotin dan kafein. Gejala seperti sakit kepala, mudah tersinggung, atau lelah sering muncul di hari-hari awal.

img_title Razia Jasa Pengiriman, Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Puluhan Bal Rokok Ilegal ke Timor Leste

Namun, bulan suci ini juga bisa dijadikan momentum tepat untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Dengan persiapan bertahap, pengaturan asupan, dan pola hidup yang lebih sehat,

 

img_title Bea Cukai Gagalkan Peredaran 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Dengan demikian; Ramadan bukan hanya menjadi waktu ibadah spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memulai perubahan gaya hidup, meningkatkan kesehatan fisik, dan membangun kebiasaan baru yang bertahan lama.

 

img_title Seloroh Prabowo Mau Jadi Brand Ambassador Kopi: Katanya Bisa Panjang Umur

Lantas bagaimana caranya? Menurut Emarat Al Youm, para dokter di Uni Emirates Arab telah menyusun sembilan langkah proaktif sebagai ’rencana pengurangan bertahap’ untuk nikotin dan kafein. Misalnya, mengurangi konsumsi rokok 20–25 persen, menghindari rokok yang terkait kebiasaan rutin seperti setelah makan, menunda rokok pertama saat sahur, dan membatasi merokok hanya di malam hari.

 

Mereka juga menyarankan penggunaan terapi pengganti nikotin di bawah pengawasan medis. Sementara konsumsi kafein sebaiknya dikurangi sekitar 25 persen setiap beberapa hari. Kopi pekat bisa diganti dengan versi lebih ringan atau setengah tanpa kafein, hindari kafein saat berbuka atau menjelang tidur di malam hari, dan tingkatkan asupan air harian menjadi 2–2,5 liter.

 

Namun untuk mengubah kebiasaan itu tidak bisa langsung drastis dalam satu waktu. Melansir laman Gulf news, Jumat 20 Februari 2026, Spesialis kedokteran keluarga, Dr. Nashwa Diab, berhenti mengonsumsi kafein secara mendadak bisa membuat pembuluh darah di otak melebar setelah sebelumnya menyempit, memicu sakit kepala akibat berhenti kafein yang biasanya berlangsung 3–5 hari. Sementara berhenti mengonsumsi nikotin mendadak dapat menimbulkan mudah tersinggung, gangguan tidur, dan konsentrasi menurun.

 

Dr. Diab menjelaskan sebagian besar gejala ini bisa dicegah dengan persiapan dini. Mereka yang minum kopi lebih dari dua cangkir per hari disarankan menguranginya sekitar seperempat setiap 4–5 hari, beralih ke kopi lebih ringan, dan menghindari kafein setelah berbuka agar tidur lebih nyenyak. Peningkatan asupan air secara bertahap juga membantu tubuh beradaptasi dengan puasa dan mengurangi risiko dehidrasi serta sakit kepala.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut