Kenali Gejala Kebocoran Katup Jantung hingga Teknologi Terbaru yang Jadi Alternatif Operasi

Ilustrasi katup jantung/jantung
Sumber :
  • Freepik/Magnific

Jakarta, VoxPop – Kebocoran katup jantung atau mitral regurgitation merupakan salah satu gangguan jantung yang dapat berdampak serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini membuat darah yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh justru mengalir kembali ke ruang jantung, sehingga kerja jantung menjadi lebih berat dan berisiko memicu gagal jantung.

img_title Cukup 1 Sendok Sebelum Tidur, Minyak ini Justru Menjadi Pembersih Kolesterol dan Jaga Jantung

Selama bertahun-tahun, operasi jantung terbuka menjadi pilihan utama untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, tidak semua pasien dapat menjalani tindakan bedah karena faktor usia, kondisi kesehatan, maupun tingginya risiko komplikasi. Kini, perkembangan teknologi medis menghadirkan alternatif berupa MitraClip, sebuah prosedur minimal invasif yang dirancang untuk memperbaiki kebocoran katup mitral tanpa operasi besar.

Apa Itu MitraClip?

img_title Breaking News! Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

MitraClip merupakan nama alat yang dirancang sebagai terobosan dalam penanganan kebocoran katup mitral. Jadi, alat ini hadir sebagai alternatif terapi minimal invasif bagi pasien yang dinilai berisiko jika menjalani operasi konvensional.

Katup mitral sendiri berada di antara serambi kiri dan bilik kiri jantung. Saat bekerja normal, katup akan menutup rapat ketika jantung memompa darah sehingga aliran tidak kembali ke serambi kiri.

img_title Bukan Cuma Lari, Ini 7 Olahraga Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung Pria

Namun pada penderita mitral regurgitation, katup tidak menutup sempurna sehingga sebagian darah bocor kembali. Semakin besar kebocoran, semakin berat pula kerja jantung.

Cara Kerja MitraClip

Berbeda dengan operasi terbuka yang mengharuskan dada dibuka, prosedur MitraClip dilakukan melalui kateter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah hingga mencapai jantung.

Alat tersebut bekerja seperti penjepit kecil yang mengunci bagian katup yang tidak dapat menutup sempurna.

"Bagian yang bocor itu di-clip. Jadi bagian yang sebelumnya tidak bisa menutup menjadi lebih rapat sehingga kebocoran berkurang, tetapi tetap menyisakan ruang agar aliran darah berjalan normal," ujar Prof. Yoga Yuniadi, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia pada Sabtu, 27 Juni 2026. 

Menurutnya, setelah alat berada di posisi yang tepat, sistem penghantar akan dilepas dan hanya klip yang tertinggal di dalam jantung untuk mempertahankan fungsi katup. Teknologi ini mulai tersedia di Indonesia, salah satunya seperti di Primaya Hospital Kelapa Gading dan tidak menutup kemungkinan juga akan ada di rumah sakit-rumah sakit lainnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut