Eropa Dilanda Gelombang Panas, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Ilustrasi suasana di Eropa
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Di puncak musim panas tahun ini beberapa negara di Eropa mengalami gelombang panas. Misalnya di Inggris dan negara-negara Skandinavia, suhunya mencapai 42-44 derajat celcius. 

img_title 16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun

Menurut keterangan tertulis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu, 27 Juli 2019, gelombang panas disebabkan oleh terbentuknya sistem tekanan tinggi udara permukaan, hingga atmosfer atas yang membendung aliran udara dari daerah lain.

Peristiwa ini memang diprediksi akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan. Tapi ada kemungkinan kembali terjadi karena musim panas masih berlangsung hingga September, dan puncaknya pada Juli dan Agustus. 

img_title BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Jadi Sangat Kuat, Musim Kemarau Lebih Panjang

"Kejadian ekstrem panas kali ini pun sudah yang kedua kalinya di bulan Juli ini, setelah sebelumnya di bulan lalu, gelombang panas juga telah melanda Perancis dan Spanyol," ujar Kepala Subbidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto. 

Peneliti Eropa juga memprediksi, peristiwa ini akan berulang sekitar 30 tahun. Tapi gelombang panas yang terjadi saat ini, frekuensinya meningkat 10 kali lipat dibanding 100 tahun lalu. Ada kemungkinan akan meningkat di masa mendatang. 

img_title Meski KSSK Sebut Sistem Keuangan RI Stabil, Purbaya Tetap Waspadai Potensi Tekanan Global

Lebih lanjut Siswanto mengatakan, gelombang panas diprediksi tidak mengancam Indonesia. Alasannya karena sistem sirkulasi udara yang menyebabkan gelombang panas berbeda dan tidak mengarah ke Indonesia. 

"Tidak mengarah ke wilayah sini. Suhu panas yang mencapai lebih dari 50 derajat Celcius juga sangat kecil peluangnya terjadi di wilayah Indonesia," katanya.

Berdasarkan data, suhu terpanas di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat celcius. Suhu tertinggi yang pernah ada baru mencapai 34-35 derajat celcius di Ciputat, Semarang dan Aceh. 

Pada 2020-2030 wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami kenaikan suhu ada di sebagian Sumatera Selatan, bagian tengah Papua dan sebagian Papua Barat. Mitigasi bisa dilakukan dengan mengurangi hal yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer, dan pengetahuan tentang dampak negatif perubahan iklim. [mus]

Ilustrasi Kekeringan

BMKG: Juli 2026 Jadi Juli Terkering dalam 35 Tahun

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Klimatologi BMKG Fachri Radjab menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan rata-rata curah hujan nasional pada Juli 2026 menjadi yang

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut