Ribuan Router Wi-Fi Diretas, Data Rahasia Warga Dirampas

Ilustrasi router.
Sumber :
  • www.pixabay.com/3844328

Jakarta, VoxPop - Dinas Keamanan Ukraina (SBU) bersama FBI, lembaga penegak hukum Uni Eropa serta badan kontra intelijen Polandia, melakukan operasi siber berskala besar terhadap kegiatan mata-mata intelijen militer Rusia.

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Alhasil, banyak kasus terungkap di mana dinas rahasia Rusia telah meretas router Wi-Fi kantor dan rumah milik warga Ukraina dan warga negara asing.

Perangkat-perangkat ini, yang dikenal sebagai peralatan SOHO (Small Office/Home Office), menjadi sasaran karena protokol keamanannya yang sudah ketinggalan zaman.

img_title Iran Tak Bakal Biarkan Begitu Saja Serangan Ukraina ke Kapal Dagangnya

Setelah meretas router yang rentan, agen-agen Rusia mengalihkan lalu lintas melalui jaringan server DNS yang telah ada sebelumnya sehingga secara efektif mengubah diri mereka menjadi perantara digital.

Hal ini memungkinkan mereka untuk mengumpulkan kata sandi, token otentikasi, dan data sensitif lainnya, termasuk komunikasi email yang biasanya dilindungi oleh protokol SSL dan TLS.

img_title Zelensky: Gencatan Senjata Lebih Baik Daripada Perang 10 sampai 20 Tahun

Data yang dicuri memungkinkan serangan siber, sabotase informasi, dan pengumpulan intelijen strategis. Perhatian khusus diberikan pada komunikasi pegawai pemerintahan, unit Angkatan Bersenjata Ukraina, dan perusahaan industri pertahanan.

Mengutip situs Euromaidanpress, Rabu, 8 April 2026, operasi gabungan tersebut berhasil memblokir lebih dari 100 server dan membebaskan ratusan router di Ukraina dari kendali Rusia.

Hal ini secara signifikan diklaim melemahkan kemampuan intelijen militer Rusia dan mencegah potensi sabotase tingkat perangkat lunak terhadap peralatan tersebut.

"Kami bersama mitra-mitra Barat berhasil melakukan berbagai langkah komprehensif untuk meminta pertanggungjawaban semua individu yang terlibat dalam kejahatan siber ini," klaim SBU.

SBU juga menyarankan pemilik router untuk memeriksa model dan versi firmware perangkat mereka serta menginstal semua pembaruan keamanan yang tersedia. Jika pabrikan tidak lagi mendukung router tersebut, sebaiknya diganti dengan perangkat yang lebih modern.

Langkah-langkah penting lainnya meliputi mengubah kata sandi akses , menonaktifkan manajemen jarak jauh melalui internet dan memeriksa pengaturan untuk elemen yang mencurigakan. Penyedia layanan internet didesak untuk secara aktif mendukung klien dalam menerapkan langkah-langkah keamanan siber ini.

Presiden RI Prabowo Subianto

Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia kini berada dalam fase yang semakin rawan akibat konflik bersenjata yang terus meluas di berbagai kawasan

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut