Hanya Kelompok Ini yang Bisa Akses Internet di Iran

Ilustrasi militer Iran.
Sumber :
  • VoxPop/Davro

Jakarta, VoxPop - Dewan Keamanan Nasional Iran baru-baru ini menyetujui rencana untuk memberikan akses internet berbayar kepada kelompok tertentu, meski dengan batas penggunaan harian untuk situs asing dan lalu lintas data internasional.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Internet di Iran telah dimatikan sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap negara itu pada 28 Februari 2026. “Internet Pro” bukan peningkatan teknis layanan internet, melainkan akses internet khusus yang memungkinkan pengguna melewati pemblokiran.

Menurut Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, Internet Pro dimaksudkan untuk “mencegah gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan memastikan komunikasi bisnis tetap berjalan di masa krisis,” seperti dikutip dari situs DW, Sabtu, 23 Mei 2026.

img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

Layanan ini ditawarkan kepada kelompok profesional tertentu, seperti anggota Kamar Dagang, startup, perusahaan teknologi, dan peritel. Mereka menerima paket awal sebesar 50 gigabyte (GB) data dengan biaya setara sekitar US$11 (Rp195 ribu).

Meski begitu, kemunculan Internet Pro bukan tanpa kritikan. Surat kabar Shargh dan sejumlah media lain mengkritik peluncuran Internet Pro karena mengubah akses terhadap komunikasi dan informasi dari hak publik dan hak sipil menjadi sebuah priviledge.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Para perempuan yang menjadi pencari nafkah utama keluarga dan sebelumnya memperoleh penghasilan secara online, serta para mahasiswa, tidak termasuk dalam kelompok yang dapat mengakses Internet Pro. Jadi, setiap pengguna diidentifikasi melalui nomor identitas nasional dan nomor ponsel pintar (smartphone) yang terdaftar.

Sebagai informasi, babak baru perang Iran vs AS dan Israel kian di ambang pintu. Sinyal perang kembali berkobar menguat, saat tiba-tiba wilayah udara Iran terpantau kosong dari penerbangan sipil pada Sabtu hari ini dari pantauan dari situs web FlightRadar24.

Dilansir dari Kenya Times, Iran menutup sebagian wilayah udaranya. Langkah tersebut diambil setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan potensi serangan militer ke Iran, sambil tetap melakukan komunikasi diplomatik dengan Teheran.

Ilustrasi Bendera Iran

Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Pemerintah Iran menegaskan akan menganggap bahwa setiap ancaman apapun dari pihak musuh sebagai ancaman yang nyata, dan bakal mendapat perhatian serius dari pihak Teheran

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut