Ramai Prosedur Rhinoplasty di Kalangan Artis Kini Muncul Fat Filler, Apa Itu?

Ilustrasi perut buncit
Sumber :
  • Freepik

VoxPop Lifestyle – Beberapa waktu belakangan ini prosedur kecantikan tengah digandrungi masyarakat tanah air. Bahkan sejumlah artis juga ramai-ramai pergi ke Korea Selatan untuk menjalani prosedur kecantikan demi memperbaiki penampilan.

img_title 16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun

Di tengah berkembangnya kemajuan teknologi di dunia kecantikan, kali ini muncul teknologi fat filler. Apa itu? Scroll untuk mengetahui jawabannya, yuk!

Fat filler merupakan teknologi terbaru serupa Fat Graft atau transfer lemak yang memadukan perawatan kecantikan dan kesehatan. Treatment ini hanya menggunakan 10 hingga 20 cc lemak yang diambil dari bagian pinggul atau perut bawah pasien. Lemak tersebut kemudian diproses menggunakan sentrifuge dan tabung khusus untuk mendapat lemak murni.

img_title Diana Pungky Tempuh Jalur Hukum, Mantan Asisten Diduga Gelapkan Uang Rp25 Miliar

Master of AAAM, Master of BAMS, dr Ayu Widyaningrum menjelaskan, fat filler menggunakan lemak murni yang berasal dari tubuh pasien sendiri. Berbeda dengan prosedur kecantikan lainnya, proses tindakan fat filler ini tanpa melakukan bedah.

"Tindakan fat filler ini tanpa sayatan, hanya meninggalkan lubang kecil 0,2 milimeter yang kemudian akan menutup dengan sempurna," ujar dr Ayu dalam keterangannya, dikutip Jumat 19 Juli 2024. 

img_title Jepang Turunkan Pemain Bintang di Asian Games 2026, Timnas Voli Putri Indonesia Wajib Waspada

Ilustrasi sedot lemak.

Photo :
  • Pexels/Anna Shvets

Transfer lemak dilakukan untuk area smile line, cheek, teardrop atau kantong mata, dahi, marionette line, dan jaw line pasien. Lemak murni itulah yang dimasukkan dengan cannula ke area wajah yang volumenya berkurang seperti kantong mata atau teardrop, smile line, marionette line, serta area-area temporal yang cekung akibat pertambahan usia atau akibat diet ekstrem yang dilakukan pasien.

"Manfaat fat filler adalah mengurangi pemakaian filler-filler dan simulator kolagen yang mempunyai efek granuloma, bleber (berlebihan), asimetris, dan pastinya aman bagi tubuh pasien karena efek samping mikrosisnya hampir tidak ada, hanya 0,01 persen. Aman karena ini dari tubuh pasien untuk tubuh pasien dan kesannya lebih natural, tidak too much," kata dia.

Meskipun demikian, dr. Ayu mengungkapkan bahwa fat filler merupakan tindakan semi permanen. Dalam arti, wajah bisa kembali mengalami loss fat (kekurangan lemak) saat tubuh mengalami penurunan berat badan yang drastis.

"Kekurangan fat filler adalah bisa diserap tubuh saat berat badan turun drastis seperti misalnya 20-30 kilogram, akan ada loss fat sehingga area tertentu butuh dilakukan fat filler ulang setiap dua minggu atau satu bulan sekali. Ini sangat aman karena sumbernya berasal dari tubuh pasien sendiri," jelasnya.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut