Begini Cara Kenali Kosmetik yang Tidak Aman

Kosmetik atau make-up.
Sumber :
  • Pixabay/Tremaestro

VoxPop.co.id – Kebanyakan wanita di Indonesia mendambakan memiliki wajah putih dan berseri layaknya wanita-wanita dari Korea atau Eropa. Tak jarang, banyak produsen melihat kenyataan tersebut dan memanfaatkannya untuk berbuat curang dengan memalsukan produk tersebut agar mendapat pemasukan yang besar. 

img_title Kosmetik Ilegal Masih Dijual Bebas, BPOM Didesak Usut Tuntas

Perlu kewaspadaana bagi para konsumen untuk mengetahui produk kecantikan yang dibeli merupakan produk aman atau produk yang tidak aman. Dr. Sari Chairunissa, SpKK berbagi tips kepada VoxPop.co.id untuk dapat mengetahui ciri-ciri apa sajakah yang menyatakan bahwa produk kecantikan itu aman bagi kulit wajah. 

Dia menyebut, patokan sebuah produk kecantikan aman atau tidak yang pertama adalah telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kemudia perusahaan pembuatnya harus jelas. 

img_title BPOM Tarik 91 Kosmetik Ilegal Berbahaya, Ada Produk yang Viral di Medsos

"Sebetulnya kalau ragu ya bisa cek sih nomor di website BPOM. Kalau di situ tertera nomor, tapi enggak ada (di situs resmi BPOM, berati dia kasih nomor yang asal. Kita bisa balikin ke BPOM untuk cek produk itu aman atau tidak," ucapnya saat ditemui di Kawasan Senayan Jakarta, Senin, 11 September 2017. 

Selain dari teregistrasinya produk kecantikan tersebut Andap harus peka terhadap bau, tekstur hingga warna dari produk yang memang kita gunakan sehari-hari. 

img_title Jangan Asal Pakai! Ini Ciri Kosmetik Bermerkuri yang Harus Dihindari

"Kalau kita pakai produk, pastikan baunya tidak menyengat atau aneh atau tidak berubah. Kemudian teksturnya, jadi kalau biasanya beli, teksturnya berbeda dengan yang dibeli sebelumnya, misalnya lembek atau lebih padat. Terus warnanya dulu kalau kita belinya warnanya putih, tahunya (sekarang) kekuningan atau ada bintik-bintiknya, itu bisa jadi panduan untuk melihat produk kita bisa dipakai atau gak," ucapnnya menjelaskan. 

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya seseorang untuk teliti dalam melihat data kedaluwarsa produk tersebut. Jangan sampai produk yang telah kedaluwarsa digunakan karena dapat menyebabkan masalah bagi kulit.

"Nah, kalau expired date-nya hilang, kita bisa tahunya dari after opening period, di mana batasan penggunaan setelah produk itu dibuka. Kalau untuk krim yang dicolek itu periodenya antara 6-18 bulan setelah dibuka," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut