10 Kebiasaan Aneh dari Berbagai Negara di Dunia
- Pixabay
Terlebih lagi, roti segar akan hilang sebelum jam 6 sore, meskipun tidak ada hubungannya dengan jam kerja resmi. Baguette, jenis roti paling populer di Prancis, selalu terjual habis pertama kali pada jam sibuk malam hari.
6. Spanyol: serbet kotor di lantai bar
Orang Spanyol benar-benar tahu cara berpesta. Ada begitu banyak bar dan restoran di setiap kota sehingga Anda mungkin akan bingung bagaimana memilihnya.
Faktanya, ada satu indikator yang menunjukkan bar atau restoran mana yang menyajikan makanan lebih baik: seberapa bersih lantainya. Jika lantai ditutupi serbet kotor, silakan, Anda tidak akan menyesali pilihan Anda. Membuang serbet bekas Anda ke lantai bar atau kafe sama saja dengan meninggalkan gelas kosong di atas meja.
7. Singapura: larangan di mana-mana
Ilustrasi larangan.
Banyak sekali larangan di Singapura yang terkadang membuat Anda bingung mana yang boleh dan mana yang tidak. Jika Anda bergegas ke stasiun kereta bawah tanah dengan sandwich di tangan Anda, Anda bisa menghabiskan hampir 360 dolar AS.
Anda juga bisa mendapatkan denda karena membawa buah durian yang berbau busuk ke kereta bawah tanah, meninggalkan toilet umum tanpa menyiramnya atau mengunyah permen karet di tempat umum. Padahal, permen karet dilarang di negara ini.
8. Thailand: ladyboy terintegrasi dengan baik ke dalam kehidupan sehari-hari
Waria dan waria, juga disebut ladyboy, sangat umum di Thailand, terutama di Bangkok. Mengenakan kostum mewah, para ladyboy tampil di pertunjukan kabaret atau bar. Namun, ini bukan satu-satunya tempat untuk melihatnya.
Ladyboy terintegrasi dengan baik ke dalam kehidupan sehari-hari orang Thailand: mereka sering terlihat berdiri di belakang konter di pusat perbelanjaan, bekerja di salon kecantikan, atau melayani di restoran.
Mungkin saja pada hari ketiga Anda akan menyadari bahwa pelayan cantik dan tinggi di restoran hotel Anda sama sekali bukan wanita tradisional.
9. Australia: orang bertelanjang kaki
Seorang pembelanja bertelanjang kaki di toko kelontong mungkin mengejutkan orang asing, tetapi tidak bagi penduduk setempat. Di kota-kota kecil, orang Australia suka berkeliaran tanpa alas kaki dan tidak hanya di pantai. Orang bertelanjang kaki dapat terlihat di jalan, kafe, toko-toko lokal, dan bahkan stasiun kereta api.
