Penuhi Gaya Hidup Modern, Ngopi ala Jepang Bernuansa Lokal Hadirkan Sensasi Nyaman dan Inspirasi

Nika coffee shop di Jakarta hadirkan sensasi ngopi khas Jepang cita rasa lokal
Sumber :
  • ist

VoxPop – Budaya minum kopi sudah berintegrasi menjadi sebuah gaya hidup modern yang dilakukan oleh setiap lini kelompok masyarakat di dunia. Di Indonesia, kehadiran kedai kopi tak hanya menjadi destinasi pelepas penat, tetapi juga sebagai ruang komunal untuk beragam kegiatan produktif.

img_title Bukan Kopi Susu Biasa, Ini Racikan Baru yang Dibuat Khusus untuk Lidah Indonesia

Pilihan tempat ngopi pun kini makin variatif dengan atmosfer yang memanjakan mata dan menenangkan pikiran. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

NIKA, sebuah coffee shop baru di jantung kota Jakarta kini hadir sebagai tujuan untuk bersantai dan bekerja bagi kaum urband. Lahir dari keinginan untuk menjadi pioneer one-stop lifestyle, merek asli Indonesia ini menghadirkan sensasi ngopi khas Jepang dengan cita rasa lokal yang khas.

img_title Polisi Gerebek Coffee Shop di Mataram, Pemiliknya Diringkus Buntut Jual Ganja Rp1,2 Juta per Paket

Kombinasi biji kopi petani lokal dengan komoditi bahan yang didatangkan dari negeri sakura akan membuat cita rasa kopi menjadi lebih nikmat dan belum pernah ada di kedai kopi manapun.

img_title 6 Restoran Artis Hits di Indonesia, Ada Aldi’s Burger hingga Coffee Shop Tasya Farasya

Kolaborasi dua budaya ini diyakini mampu membawa oase baru bagi para penikmat kopi lintas generasi di seluruh Indonesia.

Dolly Hardjono selaku founder NIKA menjelaskan, kehadiran NIKA selaras dengan pertumbuhan kelas menengah dan budaya milenial di Indonesia, yang mengutamakan gaya, kenyamanan, dan keaslian.

Dengan memadukan interior berbasis desain, menu yang terinspirasi secara lokal, dan pendekatan yang mengutamakan pelanggan, NIKA menjadi bagian integral dari rutinitas sehari-hari pelanggannya. 

“NIKA Nation sebagai merek gaya hidup terdepan di Indonesia, yang tidak hanya menawarkan kopi istimewa tetapi juga ruang, momen, dan pengalaman yang mencerminkan gaya hidup modern dan aspiratif masyarakatnya. NIKA bukan sekadar kafe, melainkan menjadi tujuan yang mengubah rutinitas biasa menjadi sesuatu yang bermakna dan menginspirasi,” ungkap Dolly.

NIKA lahir dari filosofi Jepang yang bermakna Bunga Matahari. Perpaduan Ni (Matahari), Ka (Bunga) dalam terminologi Jepang ini menghasilkan sebuah logo kelopak bunga merah sebagai simbol connected alias terhubung.

Pemaknaan NIKA sebagai sun flower (bunga dan matahari) memiliki tiga core value yakni Connect (menghubungkan), Engage (mengajak) dan Discover (menemukan). 

“Connect; bagaimana cara kita menghubungkan orang dengan sebuah tempat agar semua orang bisa terhubung di sini (Nika). Engage; mengajak siapapun untuk memiliki pengalaman yang berkesan. Discover; kamu bisa bekerja di sini dan menemukan inspirasi,” papar Dolly.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut