Ammar Zoni Kena Kasus Narkoba Kedua Kali, Ini Alasan Sabu Bikin Kecanduan
- IG @ammarzoni
Secara medis, metamfetamin adalah stimulan dengan potensi penyalahgunaan yang tinggi. Metamfetamin medis digunakan untuk mengobati narkolepsi dan ADHD. Metamfetamin medis diresepkan dengan dosis yang jauh lebih rendah sesuai kondisi.
Seperti kokain, metamfetamin diproduksi dalam dua bentuk: bubuk putih atau bongkahan batu bening. Bentuk batu, sabu kristal, adalah bentuk sabu yang paling murni dan ampuh. Sabu umumnya digunakan sebagai “obat klub” di rave dan klub malam dan sering disebut “gelas” atau “es”.
Dampak buruk kecanduan sabu
Ilustrasi narkoba
Siklus ini dapat menyebabkan pengguna terjaga selama berhari-hari untuk merokok, menghisapnya, atau menyuntikkan obat sebelum terhempas dari perasaan euforia. Pada saat pesta metamfetamin berakhir, orang tersebut belum makan atau tidur selama berhari-hari.
Sebagai orang tua yang kecanduan metamfetamin dampaknya berisiko pada penelantaran anak, pelecehan anak – baik pelecehan fisik maupun seksual, serta membahayakan anak, apalagi jika memakai sabu di rumah.
Efek lainnya berupa depresi, penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, kerusakan hati, kerusakan paru-paru, kerusakan otak, penyakit ginjal, sirosis, dan psikosis. Tak sedikit juga berdampak pada kekerasan dalam rumah tangga, stroke, serangan jantung, kejang, hingga kematian.
